Friday, March 19, 2010

KENANGAN TAHBISAN

YANG MULIA USKUP DENPASAR MGR.DR.SILVESTER SAN,PR



Doa seluruh umat Keuskupan Denpasar agar diberi seorang Gembala yang mengasihi umatNya terjawab. Tuhan memberi yang diharapkan pada waktunya. Tepatnya pada tanggal 22 Nopember 2008, pukul 12.00 waktu Roma (19.00 Wita), Paus Benediktus XVI di Vatikan mengumumkan pengangkatan Rm. Silvester San, Pr sebagai Uskup di Keuskupan Denpasar. Kita bersyukur kepada Tuhan yang telah memilih mereka yang dikehendakiNya untuk menduduki jabatan Uskup Denpasar dari waktu ke waktu. Yang satu menabur, yang lain memelihara, memupuki dan membersihkan. Tetapi Tuhan yang memberi pertumbuhan.
Terpilihnya Mgr. Silvester San, Pr adalah kabar gembira bagi kita semua. Buku kenangan ini merupakan ekspresi dukungan dan kegembiraan, pesan dan harapan begitu banyak orang akan menjadi seperti apakah Keuskupan Denpasar di bawah seorang gembala yang dirindu kedatangannya oleh kawanan dombanya. Tentu saja sejarah masa lampau Keuskupan Denpasar adalah pelajaran yang berharga dalam membangun Gereja Lokal di pulau mahakarya para dewata, Bali dan pulau seribu mesjid, Lombok dan Sumbawa.
Team Penulisan Buku Kenangan Tahbisan Uskup Denpasar, Mgr. Silvester San, Pr menghadirkan ke tengah pembaca figur Uskup terpilih dengan logo dan moto tabisannya, profil Keuskupan Denpasar, perasaan, pendapat, kesan dan harapan serta dukungan moril berupa ucapan selamat yang datang dari berbagai pihak. Semua data yang dkumpulkan team diolah sedemikian rupa dengan mempertahankan nuansa aslinya, seperti apa adanya.
Kami menyadari apa yang kami kerjakan tentu masih jauh dari sempurna karena keterbatasan kami sebagai manusia. Namun kami berharap semoga buku kenangan ini menjadi sebuah persembahan untuk semua dan ilham yang tak pernah habis untuk menghadirkan Allah yang memberi pertumbuhan kepada siapa saja yang membuka diri untuk dipakai olehNya. Proficiat kepada Mgr. Silvester San, Pr. Selamat menjalankan tugas kegembalaan sebagai Uskup Denpasar. (Tim Penulis Buku:  Rm. Evensius Dewantoro, Pr (Koordinator) Rm. Thomas Almasan, Pr, Agus G. Thuru, Emanuel Djomba, SS, Hironimus Adil, Valeryan Faris Wangge)

Sambutan Administrator Keuskupan Denpasar

Salam Sejahtera. Kapan Keuskupan Denpasar diberi seorang Uskup baru? Pertanyaan ini sering terucap kala umat bertemu dengan saya. Pertanyaan ini mengisyaratkan bahwa kehadiran seorang Uskup baru sungguh didambakan. Umat memerlukan guru dalam ajaran, imam dalam ibadat dan pelayan dalam kepemimpinan. Kerinduan yang dibarengi doa menjadi kenyataan ketika Paus Benediktus XVI pada tanggal 22 November 2008 mengumumkan Rm. Silvester San, Pr sebagai Uskup ke-6 Keuskupan Denpasar. Kita patut bersyukur dan bergembira karena Bapa di Surga menjawabi permohonan kita pada waktunya.
Mgr. Silvester seorang pekerja keras dan tekun serta sederhana adalah beberapa kekayaan pribadinya. Kekayaan-kekayaan ini tentunya akan beliau gunakan dalam menumbuhkan Kerajaan Allah di wilayah Keuskupan Denpasar.
Ada pelbagai harapan yang mucul dengan hadirnya seorang uskup baru. Harapan-harapan yang muncul di benak kita merupakan suatu yang alamiah. Namun perlulah kita sadari bahwa segala harapan tidak serta merta dipenuhi oleh seorang Uskup tanpa keikutsertaan kita dalam pelaksanaan pelbagai program pastoral.
Mgr. Silvester memilih motto: “Deus Incrementum Dedit” (Tuhan yang memberi pertumbuhan). Lewat motto ini beliau ingin mengajak kita semua untuk menyadari bahwa Allah adalah inisiator utama pertumbuhan dan kalau kita diikutsertakan dalam karyaNya itu semata-mata karena kasihNya kepada kita. Untuk itu kita perlu bekerja sama dengan Allah dan sesama dalam pelaksanaan rencana-rencana yang kita rancangkan untuk pertumbuhan keuskupan kita.
Perayaan pentahbisan adalah moment yang tepat untuk meningkatkan mutu kerja sama di antara dan sekaligus awal kerja sama kita dengan Mgr. Silvester. Saya mengajak semua umat untuk ikut berpartisipasi dalam persiapan acara ini. Kesiapan kita untuk merayakan rahmat panggilan imamat tingkat tinggi yang diterima oleh Mgr. Silvester adalah kekuatan yang dapat kita berikan di awal tugas pelayanannya.
Mgr. Silvester, terima kasih berlimpah untuk kesediaanmu untuk menjadi gembala kami. Profisiat dan selamat datang di Keuskupan Denpasar. Dumadak Sang Hyang Tritunggal Mahasuci nyarengin tur ngagobin Bapa Uskup.
ttd
Rm. Yosef C. Wora, SVD

Sambutan Ketua Panitia

Salam Sejahtera
Hari ini merupakan hari yang sangat mulia dan berbahagia telah dikaruniakan Tuhan kepada umat di Keuskupan Denpasar. Setelah setahun ditinggalkan oleh almarhum Uskup DR. Benyamin Yosef Bria, Pr, dengan tekun umat berdoa dan memohon kepada Tuhan dan akhirnya masa penantian telah berakhir dan hari ini secara nyata permohonan kita telah dikabulkan dan diwujudkan oleh Tuhan dalam diri uskup kita yang baru Yang Mulia dan yang kita cintai Mgr. DR. Sylvester San, Pr.
Karena itu marilah kita pada tempat pertama memanjatkan puji syukur kepada Tuhan yang telah mengutus dan memberikan umat Keuskupan Denpasar seorang gembala baru. Pada pertemuan pertama panitia di Istana Keuskupan Denpasar jalan Tukad Balian tanggal 20 Januari 2009 lalu dengan beliau, kami sangat terkesan dengan kepribadian beliau. Seorang uskup bijaksana, pintar, energik, rendah hati, ramah, penuh perhatian pada orang lain, sederhana dan masih muda lagi, sampai-sampai waktu itu mata saya seakan-akan tidak percaya bahwa beliau seangkatan dengan Romo Administrator kami Romo Yosef Wora, SVD, sehingga saya sempat bercanda “Bapa Uskup seperti orang yang baru berusia 40 tahun.” Akhirnya kita menyadari itulah kebesaran Tuhan, kebijaksanaan yang dianugerahkan Tuhan kepada seseorang tidak bisa diukur dari putihnya rambut seseorang.
Selanjutnya atas nama umat Keuskupan Denpasar kami berterima kasih kepada Yang Mulia Duta Besar Vatikan Mgr. Leopoldo Girelli yang telah berkenan dan tekun mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan proses pemilihan uskup kita Mgr. DR. Sylvester San, Pr. Demikian pula terima kasih kami haturkan kepada Uskup Pentahbis Mgr. Vicentius Sensi, Pr, Uskup Pendamping Mgr. Cherubim Pareira, SVD dan Mgr. Frans Kopong Kung, Pr yang telah menyelenggarakan upacara pentahbisan ini.
Terima kasih pula kepada Yang Mulia Julius Kardinal Darmaatmaja, SJ, Yang Mulia Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Mgr. Martinus D. Situmorang, OFM.Cap, Yang Mulia para Uskup lainnya dan para Administrator yang sudah berkenan ikut ambil bagian dalam upacara tahbisan ini.
Demikian pula terima kasih kepada para donatur dan kepada siapa saja yang telah ikut serta mengulurkan tangan, membantu baik secara moril, materiil, doa-doa dan apapun juga bentuknya, sehingga upacara tahbisan ini telah berjalan dengan baik dan sukses. Semoga Tuhan yang membalasnya.Tidak lupa pula kami atas nama panitia Tahbisan Uskup Denpasar mohon maaf yang sebesar-besarnya, apabila tegur sapa ataupun pelayanan kami selama ini ada yang kurang berkenan atau tidak mengenakkan.
Akhirnya, kami mengajak seluruh umat Keuskupan Denpasar, mari kita bahu membahu dengan Uskup kita yang baru Mgr. Sylvester San, Pr dalam mengemban tugas yang diberikan oleh Kristus kepada kita untuk menjadi terang dan garam dunia, seperti Rasul Paulus menyatakan: “Aku yang menanam, Apolos yang menyiram dan Tuhanlah yang memberikan buah,” demikianlah para mendiang uskup terdahulu telah menanam dan uskup baru kita yang akan menyiram dan Tuhanlah yang akan memberi buah. “Deus Incrementum Dedit” itulah moto beliau yang berarti “Tuhan yang memberikan pertumbuhan,” dan mari kita menjawab dalam karya dan doa: “Faceat Illum Dominus Crescere In Plebe Sua” Semoga Tuhan membuat beliau bertumbuh kembang pada umatnya. Amin.

Denpasar, 19 Februari 2009
Pieter Made Puryatma, SH
Ketua Umum

Sambutan Duta Besar Vatican

Lectori Salutem,
Damai sejahtera bagi semua pembaca
Buku Kenangan ini
Dengan perasaan kebahagiaan yang sepenuhnya saya, pada tempat yang pertama, mengucapkan kepada Yang Mulia Monsignore Silvester Tung Kiem San, Uskup terpilih untuk Keuskupan Denpasar, Vivat, Crescat dan Floreat.
Memang, sudah cukup lama umat beriman Keuskupan Denpasar yang sede vacante semenjak wafatnya Monsignore Benyamin Yosef Bria pada tanggal 18 September 2007 yang lalu, menantikan datangnya Kabar Gembira dari Vatikan tentang Gembala keuskupan yang akan melanjutkan pewarisan Apostolik Takhta Keuskupan ini. Dan pada tanggal 22 November 2008 yang lalu, tibalah Kabar Gembira itu bagaikan lagu yang sungguh merdu, karena bertepatan dengan hari peringatan Santa Caecilia. Oleh karena itu, ijinkanlah saya juga, pada tempat kedua, mengucapkan selamat kepada segenap jajaran para Imam, baik diosesan maupun biarawan, kepada segenap Biarawan dan Biarawati serta umat beriman di Keuskupan ini.
Saya yakin, pastilah Monsignore San menyadari sungguh-sungguh, betapa tidak mudah dan ringan mengemban kewajiban untuk “menjaga seluruh kawanan, karena beliau ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri itu” (Kis 20:28). Dan sama dengan keadaan di seluruh Indonesia, juga di Keuskupan yang berpusat di Pulau Dewata ini, umat katolik hanya merupakan minoritas yang bahkan sangat kecil, itupun sangat heterogen sifatnya. Namun, kerukunan dan keutuhan kompak yang hidup dan berdaya dari kawanan kecil yang heterogen ini, apalagi bersama dengan Dia, “yang menguatkan, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita” (1Tim 1:12), menjadi jaminan dibenarkannya sabda Tuhan: “Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu” (Luk 12:32).
Keyakinan inilah yang kiranya juga membuat beliau mengatakan “ya” kepada tawaran Bapa Suci untuk memangku jabatan Uskup Keuskupan Denpasar. Akan ada banyak Apolos yang menyirami apa yang beliau sudah tanam, misalnya selama karyanya di Seminari bersama dengan para calon imam, tetapi tetap “Allahlah yang memberi pertumbuhan” (1Kor 3:7). Maka keyakinan dasar itulah yang oleh beliau kemudian dijadikan, baik motto episkopal pribadinya sendiri, maupun motto seluruh umat Keuskupan yang akan menjadi gembalaannya: “Deus incrementum dedit”.
Pastilah, terutama untuk Pulau Dewata yang kesohor di seluruh dunia ini sebagai Pulau Pariwisata, bersama dengan seluruh jajaran kekuatan terpadu dari umat keuskupan yang heterogen ini, akan dikembangkan pula metoda-metoda pastoral yang serasi untuk memupuk hidup rohani mereka, yang dalam rangka berlibur, untuk sementara datang berkunjung dan menetap di kawasan Keuskupan ini (lih. Kons.Vat. II, Christus Dominus, 18).
Monsignore Silvester Tung Kiem San yang saya muliakan, saya mengucapkan “Selamat” atas pemilihan, pengangkatan dan penahbisan Monsignore sebagai Uskup Keuskupan Denpasar yang baru, dan dengan tulus saya haturkan pula dukungan moral dan spiritual saya kepada Yang Mulia, bersama dengan seluruh Umat beriman terkasih yang dipercayakan kepada reksa pastoral Yang Mulia. Monsignore menanam, seluruh umat beriman menyiram, dan Deus incrementum dedit.
Saya mengucapkan Proficiat, dalam penyertaan berkat Tuhan.
Jakarta, 1 Februari 2009.
Teriring Salam dan Berkat kami,

Sambutan Uskup Denpasar
“Deus Incrementum Dedit” Allah yang Memberi Pertumbuhan
(I Kor 3 : 7)

Saudara dan saudariku yang terkasih dalam Tuhan,
Pengangkatan Tahta Suci atas diri saya menjadi Uskup Denpasar merupakan momen penting bagi hidup saya dan bagi umat di Keuskupan Denpasar saat ini. Pada mulanya saya memang sangat terkejut dan tidak percaya ketika Nuncius, Mgr. Leopoldo Girelli menyampaikan kepada saya berita tersebut, sebab saya tidak pernah bermimpi untuk menjadi Uskup.
Dalam refleksi dan doa, saya menyadari bahwa saya tidak layak dan tidak sanggup untuk menerima kepercayaan Tahta Suci ini, sebab di samping saya tidak mengenal situasi Keuskupan Denpasar, saya juga sadar bahwa Uskup mempunyai tanggung jawab yang mahaberat. Namun setelah pergulatan batin yang panjang, saya akhirnya berani untuk memberi jawaban positif yang boleh dirumuskan sebagai berikut: kalau saya mengikuti kehendak pribadi, saya tidak dapat menerima pengangkatan Tahta Suci ini karena alasan tersebut di atas; selain itu saya juga merasa berat untuk meninggalkan pulau Flores dan Keuskupan Agung Ende dengan segala nostalgianya. Tetapi kemudian saya menyadari bahwa pengangkatan ini mungkin kehendak Allah melalui Tahta Suci. Oleh karena itu dalam iman saya menyatakan ketaatan kepada Tahta Suci; dengan berat hati saya bersedia menerima pengangkatan menjadi Uskup Denpasar bukan demi interese pribadi, melainkan demi kepentingan pelayanan Gereja Universal dan umat Allah di Keuskupan Denpasar.
Sepantasnya saya menyatakan syukur berlimpah kepada Tuhan yang telah melimpahkan berkat dan rahmatNya kepada saya dan umat Keuskupan Denpasar. Bersama Pemazmur hendaknya kita semua bermadah: “Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Kekal abadi kasih setia-Nya” (Mzm. 107:1). Juga dari hati yang ikhlas saya mengucapkan limpah terima kasih kepada Sri Paus Benediktus XVI yang telah menyalurkan rahmat Tuhan tersebut demi kepentingan pelayanan umat Allah di Keuskupan Denpasar. Kiranya tugas dan tanggung jawab ini dapat dijalankan dengan baik dan penuh semangat.
Perlu diingat bahwa semua jabatan di dalam Gereja, termasuk jabatan Uskup adalah jabatan untuk melayani, dan seorang pelayan hendaknya memperhatikan kata-kata Yesus, Sang Pelayan Sejati: Barang siapa ingin menjadi besar, ia harus menjadi yang terkecil dan pemimpin sebagai pelayan” (Luk. 22:26). Pelayanan adalah sebuah kata yang mudah diucapkan, tetapi sering kali tidak mudah untuk dilaksanakan. Oleh karena itu, saya mengharapkan agar semangat melayani tanpa pamrih merasuki bukan hanya Uskup, melainkan juga semua fungsionaris pastoral terbaptis dan tertahbis, serta semua umat di Keuskupan Denpasar. Kita semua diajak untuk melayani tanpa pamrih dan dengan kerendahan hati. Dalam hal ini yang perlu disadari dan diperhatikan bahwa pelayanan yang total dan tanpa pamrih seringkali digerogoti atau dihalangi oleh interese pribadi dan sikap egoisme.
Saya menyadari bahwa umat katolik di Keuskupan Denpasar yang tersebar di dua Propinsi (Bali & NTB) dan tiga pulau (Bali, Lombok, Sumbawa), termasuk dalam kelompok minoritas. Oleh karena itu saya mengharapkan agar semangat dialog dengan pihak lain tetap harus dinyalakan, sambil semangat solidaritas dalam Kelompok Basis Gerejani hendaknya dihayati dalam hidup harian.
Selanjutnya, disadari juga bahwa kenyataan heterogenitas atau keanekaragaman etnik di Keuskupan Denpasar, di satu pihak merupakan hal positif yang dapat memperkaya kehidupan bersama, namun di pihak lain kenyataan ini bisa membawa dampak negatif. Tidak terhindarkan bahwa dalam situasi heterogen akan tercipta aneka kompetisi, yang kalau tidak dilaksanakan dalam semangat kristiani, akan menjurus ke konflik dan perpecahan. Situasi heterogen ini mengingatkan kita akan situasi umat di Korintus pada jaman Rasul Paulus yang terancam oleh berbagai konflik dan perpecahan dalam kelompok Apolos, Paulus, Kefas, dan lain-lain (bdk.1 Kor. 3:1-9), dan oleh Paulus mereka masih disebut manusia duniawi; oleh karena itu Paulus menghimbau mereka untuk selalu bersatu padu dalam Allah, agar mereka dapat disebut manusia rohani. Harapan yang sama juga saya tujukan kepada seluruh umat, biarawan-biarawati serta para fungsionaris pastoral terbaptis dan tertahbis di Keuskupan Denpasar. Kita semua adalah rekan-rekan sekerja Allah yang harus bekerja keras dan bekerja sama untuk melayani Gereja di Keuskupan Denpasar. Dan supaya dapat bersatu padu dalam tugas pelayanan tersebut, kita hendaknya mengandalkan kekuatan Tuhan dan bukan pada kekuatan manusiawi kita. Yang terpenting bukan yang menanam atau yang menyiram, melainkan “Allah yang memberi pertumbuhan” (1 Kor. 3:7).
Akhirnya, the last but not least saya mengucapkan limpah terima kasih kepada Romo Administrator, Ketua Panitia Pentahbisan Uskup Denpasar dan segenap anggotanya, serta siapa saja yang telah terlibat dan berbuat baik untuk mensukseskan perayaan Ibadat Salve Agung, Tahbisan Uskup Denpasar dan Misa Pontifikal pada tanggal 18, 19 dan 20 Pebruari 2009. Kiranya Tuhan memberkati kita semua dengan Rahmat berlimpah!

Ritapiret, 20 Januari 2009
ttd
Mgr. DR. Silvester San, Pr.


MAKNA LAMBANG USKUP DENPASAR
MGR. DR. SYLVESTER SAN, PR

1. Mitra Uskup Berlanggam Bali: Melambangkan wewenang dan tugas Uskup sebagai pemimpin yang membela kebenaran, menegakkan keadilan, mengusahakan keselamatan dan kebahagiaan umat manusia dengan semangat pelayanan penuh kasih. Ciri khas budaya Bali terlihat dari mahkota yang berlanggam Bali.
2. Burung Merpati: Melambangkan Roh Kudus sebagai penolong, penghibur dan pemimpin yang menuntun umat agar hidup sejalan dengan kehendak Tuhan.
3. Tali Ikat Pinggang Hijau dengan duabelas simpul: Melambangkan hirarki dalam tingkat Uskup, pengganti keduabelas rasul.
4. Tongkat dan Salib: Melambangkan tugas Uskup sebagai gembala umat yang memimpin dan meneguhkan iman umat dengan bersandar pada Salib Kristus.
5. Perisai: Di dalam perisai terdapat lima simbol yang terdiri dari:
o Pohon dengan Salib: Pohon melambangkan pertumbuhan dan Salib adalah simbol dari Kristus yang memberi pertumbuhan dan yang diwartakan kepada semua orang.
o Roti dan Piala: Melambangkan tubuh dan darah Kristus.
o Alkitab dengan Simbol Alfa-Omega: Melambangkan Yesus sebagai Firman Tuhan yang menjadi pelita dan terang bagi jalan umatNya; Simbol Alfa dan Omega melambangkan kehadiran Yesus sebagai awal dan akhir.
o Orang Banyak dan Gereja: Melambangkan keanekaragaman etnik umat Keuskupan Denpasar yang bergandengan tangan menuju Kerajaan Allah.
o Rumah Adat dan Pulau: Melambangkan daerah teritorial Keuskupan Denpasar yang meliputi Pulau Bali, Lombok dan Sumbawa.
6. Pita yang Bertuliskan “DEUS INCREMENTUM DEDIT”: merupakan Motto tugas kegembalaan Uskup Denpasar, yang artinya “Allah yang memberi pertumbuhan” ( 1 Korintus 3:7).

Penjelasan Moto

“Deus Incrementum Dedit (Allah yang memberi pertumbuhan), I Kor 3:7.”
Motto ini dilatarbelakangi oleh konteks Jemaat Korintus yang minoritas dan heterogen; ada kelompok Paulus, Apolos, Kefas, dan lain-lain. Sering terjadi kompetisi antar kelompok-kelompok yang bisa menjurus pada konflik dan perpecahan. Dalam situasi itu Paulus menghimbau untuk bersatu: “Aku Paulus yang menanam dan Apolos yang menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan; yang penting bukan yang menanam atau yang menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.
Baik Paulus maupun Apolos adalah rekan-rekan sekerja Allah yang harus bekerja keras dan bekerja sama untuk pertumbuhan Jemaat. Tetapi mereka perlu menyadari bahwa pertumbuhan Jemaat bukan bergantung sepenuhnya pada mereka, melainkan pada Allah. Situasi Keuskupan Denpasar juga haterogen, mungkin motto ini cukup cocok. Kesadaran pada peran Allah yang utama membuat kita para fungsionaris pastoral mau bersatu dan bekerja sama untuk pertumbuhan Keuskupan Denpasar tanpa merasa paling penting.

Profil Uskup Denpasar
Riwayat Hidup Uskup Denpasar
MGR. DR. SILVESTER SAN, PR

1. Nama Lengkap : Mgr. DR. Silvester San, Pr.
2. Tempat/Tanggal Lahir : Mauponggo, 14 Agustus 1961
3. Anak ketiga dari sembilan bersaudara
§ Ayah : Roben Robo
§ Ibu : Katharina Nere
4. Pendidikan:
§ SDK Maukeli, Ngada
§ Seminari Toda Belu- Mataloko (SMP-SMA) 1974-1980
§ Tahun Rohani di Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret, Kabupaten Sikka tahun 1980
§ Studi Filsafat dan Teologi di STFK Ledalero, Kabupaten Sikka
5. Tahbisan imam: 29 Juli 1988 oleh Mgr. Donatus Djagom, SVD, di Maumere.
6. Pastor Pembantu Paroki Roh Kudus sambil mengajar di Seminari Mataloko selama dua tahun.
7. Melanjutkan studi ke Roma pada Universitas Urbanianum, Spesialisasi Teologi Biblis.
8. Gelar Licenciat diperoleh tahun 1992 dengan tesis The Mercy of God in the Parables of Luke 15.
9. Pembina Para Frater di Seminari Ritapiret dan pengajar di STFK Ledalero.
10. 1995-1997 melanjutkan studi program S3 pada Universitas Urbanianum dalam Teologi Biblis, dengan disertasi doktor: “The Experience of the Risen Lord in Luke 24:1-35”.
11. Pengajar di STFK Ledalero dan pembina Frater di Seminari Tinggi Ritapiret.
12. Praeses Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret periode 2004-2007.
13. Diangkat lagi Praeses Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret periode kedua pada tahun 2007 - sekarang.
14. Tanggal 22 November 2008 diangkat sebagai Uskup Denpasar.

PUSAT PASTORAL KEUSKUPAN DENPASAR

Situasi Gereja Lokal Keuskupan Denpasar sampai tahun 1991 sudah mulai berakar dalam kehidupan masyarakat dan telah menyesuaikan diri dengan budaya setempat. Gereja sudah mulai kuat dan stabil karena sudah dilengkapi dengan sarana dan struktur organisasi guna pengembangan iman. Tahun 1991, menjadi titik awal masuknya Gereja local Keuskupan Denpasar pada fase yang disebut Gereja Pramandiri, suatu masa persiapan menuju dan menjadi Gereja yang kuat, dewasa, berdikari dan berdaya pikat.
Dalam fase Gereja Pramandiri ini perhatian dan tugas Umat Keuskupan Denpasar adalahmengarahkan dan mengaktifkan Gereja agar berkembang menjadi Gereja Mandiri baik di bidang social, ekonomi maupun bidang spiritual keagamaan. Strategi yang ditempuh adalah mengakarkan Gereja di hati umat, meningkatkan kemampuan umat dalam hidup menggereja lewat karya sosio karitatif, keluar dan ke dalam lingkungan, membangkitkan rasa tanggung jawab umat untuk membangun Gereja yang berdikari dalam pembiayaan dan kebutuhan-kebutuhan Gereja serta pengadaan tenaga guna pelayanan Gereja.
Melihat dan menyadari kenyataan bahwa Gereja Lokal Keuskupan Denpasar sudah melangkah pada fase Pramandiri, maka melalui Sidang Pastoral Keuskupan Denpasar di Tegaljaya 25-28 Juni 1991 lahir suatu wadah atau sarana pastoral Keuskupan Denpasar dengan nama Pusat Pastoral Keuskupan Denpasar.
Pada tahun-tahun awal, komisi-komisi dalam Pusat Pastoral Keuskupan denpasar adalah Komisi Liturgi, Kateketik, Kitab Suci, Kepemudaan, Komisi Seminari,komisi HAK, KKI, Pariwisata, Komisi Kerasulan awam,Komisi PSE, MPK, Komsos dan Perdhaki.
Saat ini Komisi-komisi di Pusat Pastoral Keuskupan Denpasar adalah sebagai berikut: 1) Komisi Kateketik dengan Ketua Rm Laurensius Maryono,Pr dan Sekretaris Blasius Naya Manuk SPd.2) Komisi Kitab Suci, Ketua:Rm. YB Nyoman Suryana,Pr, Sekretaris JA Kustati,SPd. 3) Komisi Liturgi, Ketua: Rm Agustinus Keluli OCD, Sekretaris: Sr. Ma. Fatima Yun Bere,RVM. (4) Komisi Kepemudaan, Ketua: P. Kristianus Ratu SVD, Sekretaris Hironimus Adil. 5) Komisi keluarga, Ketua Rm.Handriyanto Wijaya,Pr, Sekretaris Laurensius L Sogen,SPd. 6) Komisi Panggil;an/Seminari, Ketua: Rm.Benediktus Deni Mary,Pr, Sekretaris J.Lintina Hendrawati. 7) Komisi HAK, Ketua Rm.Evensius Dewantoro,Pr, Wakil Ketua Rm.Paskalis I Nym Widastra SVD, Sekretaris Blasius Naya Manuk,SPd. 8) Komisi Kerasulan Awam, Ketua Drs. Alex Nyoman Gunarsa, Sekretaris Drs. Isak Siprianus Kota. 9) Komisi Komunikasi Sosial, Ketua Drs. Piet Wayan lamun, Sekretaris Kristina S. 10) Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi, Ketua Bone Boli Hada, Sekretaris Fransiskus Un Bian Seran.11)Komisi Pendidikan/MPK, Ketua Rm. Thomas Almasan,Pr, Sekretaris Drs. C. Wayan Weste. 12) Komisi keadilan , Perdamaian dan Migran Perantau, Sekretaris Fransiskus Un Bian seran.13) Komisi Karya Misioner/KKI, Ketua Rm.Herman Yoseph Babey.

KARYA-KARYA PASTORAL
Profil karya-karya pastoral di Keuskupan Denpasar ini dikutip dari Buku Panduan Keuskupan Denpasar yang diterbitkan oleh Sekretariat Kuria Keuskupan Denpasar Jl. Rambutan No.27 Denpasar .
KARYA PENDIDIKAN
Yayasan Insan Mandiri
Yayasan Bina Insan Mandiri adalah Yayasan milik Keuskupan Denpasar yang menjadi payung bagi sekolah-sekolah katolik di Keuskupan Denpasar.Sebelum bernama Yayasan Bina Insan Mandiri lebih dikenal dengan nama Yayasan Swastiastu.
Yayasan Bina Insan Mandiri berkantor pusat di Jl. Serma Kawi No 6 Denpasar Telp: (0361) 225147. Cabang-cabangnya yakni Yayasan Bina Insan Mandiri Cabang Lombok Jl. Majapahit No. 9 Ampenan, Tlp. (0370) 635427 dan Yayasan Insan Mandiri Cabang Sumbawa Jl. Diponegoro No. 34; Sumbawa Besar No. Tlp/Fax. (0371) 23182.
Sekolah-sekolah yang bernaung di bawah Yayasan Insan Mandiri mulai dari tingkat TKK sampai SMU.1) Taman kanak-Kanak:TKK Bintang Kejora Amlapura Jl. Untung Surapati–Paya; Amlapura Telepon (0363) 21771, TKK Kuncup Mekar Denpasar Jl. Ida Bagus Oka – Denpasar, Telepon (0361) 234068, TKK St. Yoseph Denpasar Jl. P.B. Sudirman;Telepon (0361) 223956, TKK St. Maria Gianyar Jl. Mulawarman No. 92 A Gianyar; Tlp. (0361) 93457, TKK Thomas Aquino Tuka, TKK Swastisari - Palasari – Melaya, TKK St. M. Immaculata Tabanan Jl. Diponegoro No. 9 Tabanan Telepon (0361) 814854, TKK St. Maria Singaraja Jl. Kemboja No. 3a; Singaraja 81116; Tlp (0362) 21366, TKK St. Don Bosko Cakranegara Jl. Beo No. 3a Cakranegara; Mataram – Lombok Tlp (0370) 631342, TKK St. Antonius Ampenan Jl. Majapahit No. 9 Ampenan 83114 Tlp. (0370) 624188, TKK Sari Asih Sumbawa Besar, Jl. Diponegoro No. 34; Sumbawa Besar 84313 dan TKK Slamet Riyadi Dompu Jl. A. Yani No. 10 – Dompu – NTB.
2). Sekolah Dasar (SD): SDK Santo Yoseph I Denpasar Jl. Serma Kawi No. 2 Denpasar Tlp. (0361) 225166, SDK Santo Yoseph II Denpasar Jl. Serma Kawi No. 2 Denpasar Telepon (0361) 226123, SDK Thomas Aquino Tuka Tuka - Dalung – Kuta, SDK Budi Rahayu Palasari Palasari – Melaya, SDK Amlapura Jl. Untung Surapati Amlapura; Telepon (0363) 21771, SDK St. M. Immaculata Tabanan Jl. Diponegoro No. 9 Tabanan, Telepon (0361) 814853, SDK Karya Singaraja, Jl. Kamboja No. 3a Singaraja 81116 Telepon (0362) 21082, SDK St. Antonius Cakranegara Jl. Beo No. 3a Cakranegara Mataram – Lombok Telepon (0370) 632090, SDK St. Antonius Ampenan Jl. Majapahit No. 9 Ampenan Telepon (0370) 621365 dan SDK Diponegoro Sumbawa Besar Jl. Diponegoro No. 34; Sumbawa Besar. 3). Sekolah Menengah Pertama (SMP) :SMPK Santo Yoseph Denpasar Jl. PB. Sudirman, Denpasar; Tlp. (0361) 223040, SMPK Thomas Aquino PadangTawang – Babakan, SMPK Wana Muri Palasari Palasari – Melaya, SMPK St. Santo Paulus Singaraja Jl. Kartini No.3 Singaraja 81116 Tlp. (0362) 21084, SMPK Kesuma Mataram Jl. Pejanggik 113 Cakranegara;Mataram – Lombok Tlp. (0370) 632217, SMPK St. Antonius Mataram, Jl. Majapahit No. 9 Ampenan (belakang SDK); Telepon (0370) 625955, dan SMPK Diponegoro Sumbawa Besar Jl. Diponegoro No. 34 Sumbawa Besar; Telepon (0371) 621631.
4). Sekolah Menengah Atas :SMAK Santo Yoseph Denpasar Jl. Serma Kawi 4 Denpasar Tlp. (0361) 236459, SMAK Thomas Aquino Tangeb Tangeb - Abianbase- Mengwi Tlp. (0361) 428156, SMK Marga Ginawe Negara Jl. Udayana No. 70; Negara 82212 Tlp. (0365) 41389, SMAK Santo Paulus Singaraja Jl. Kartini No. 1 Singaraja; Tlp. (0362) 21083, SMAK Kesuma Cakranegara Jl. Pejanggik 110 Cakranegara; Mataram – Lombok;Tlp. (0370) 632597, Fax. 645695, dan SMAK St. Gregorius Sumbawa Besar Jl. Diponegoro No. 34 Sumbawa Besar Tlp. (0371) 21856.

Yayasan Kolese St.Yusuf Cabang Denpasar
Yayasan Kolese St. Yusuf (Kosayu) Cabang Denpasar beralamat di Rumah Khalwat Tegaljaya Jl. Kubu Gunung – Tegaljaya - Dalung Tlp. (0361) 426545.Sekolah-sekolah yang bernaung di bawah Yayasan Kosayu Cabang Denpasar adalah: 1)Taman Kanak-Kanak (TKK) : TKK Klungkung Jl. Dewi Sartika Semalapura Tengah Telepon (0363) 21814, TKK Bangli Jl. Ngurah Rai No. 90 Bangli Telepon (0366) 91106 dan TKK Tegal Jaya Jl. Kubu Gunung Br.Tegal Jaya Telepon (0361) 413528.
2). Sekolah Dasar (SD) : SDK Tegal Jaya Jl. Kubu Gunung Br. Tegal Jaya Dalung - Kuta - Badung Telepon (0361) 430715.
3). Sekolah Menengah Pertama (SMP) :SMPK Tegaljaya Jl. Kubu Gunung – Tegaljaya Tlp. (0361) 439424.

Yayasan Marsudirini
Yayasan Marsudirini beralamat di Jl. Kartini No. 1, Negara. Sekolah-sekolah yang bernaung di bawah Yayasan Marsudirini adalah; TKK Maria Fatima Jl. Kartini No.2 Negara Telepon (0365) 41537, SDK Marsudirini Jl. Kartini No. 1, Negara Telepon (0365) 43104 dan SMK Marsudirini Jl. Kartini No. 3, Negara – Jembrana Telepon (0365) 42010.

Yayasan Soverdi
Yayasan Soverdi beralamat di Jl. Kepundung No. 34 Denpasar Tlp. (0361) 225797. Sekolah-sekolah yang bernaung di bawah Yayasan Soverdi: TKK Soverdi Tuban Jl. Kompleks Burung Tuban Telepon (0361) 753544, SDK Soverdi Tuban Jl. Kompleks Burung Tuban Telepon (0361) 759094, SMPK Soverdi Tuban Jl. Kompleks Burung Tuban Tlp. (0361) 764682 dan SMAK Soverdi Tuban Jl. Kompleks Burung Tuban Telepon (0361) 754379.

Yayasan Sasana Hasta Karya
Yayasan Sasana Hasta Karya beralamat di Jl. Mulawarman No. 92 A, 80515, Gianyar, Bali. Tlp/Fax. (0361) 944422. Yayasan ini menyelenggarakan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan (Kursus Seni). Pendidikan Utama : Jurusan Meubel,Mesin,Ukir dan Lukis.

Seminari Menengah Roh Kudus Tuka
Seminari Roh Kudus Tuka didirikan pada 9 Juli 1953 oleh P.Nobert Shadeg,SVD. Dalam tulisan bertajuk ‘Uraian Singkat Mengenai Gereja Katolik di Bali-Lombok dari 1950-1961’ seperti termuat dalam ‘Bali Mission History, from Various Author’ (Compilation: N. Shadeg, SVD & Sekretariat Widya Wahana, Seri I Part II, hal.30) Pater Blanken, SVD menulis:’dekat Denpasar desa Tangeb tempat tinggal P.J. Kersten, SVD. pioneer missi Bali/Lombok dipilih untuk menjadi tempat sekolah SMP Katolik yang pertama di Bali dan Lombok. Pada awalnya dijalankan dengan takut apa akan dapat menahan dirinya, berdiri terus, berjalan terus dan untunglah tak lama, nama sekolah itu mulai termasyur juga di antara putera-puteri Bali yang tidak Katolik hingga sekolah itu terjamin…’
Dalam tulisan itu Pater Blanken juga menyebutkan, di samping SMP sebagian dari gedung SMPK Tangeb digunakan sebagai tempat belajar siswa-siswa SMP Seminari Roh Kudus.Dalam catatan sejarah pendidikan di Bali SMPK Tangeb berdiri pada 1 Agustus 1953. Dibukanya SMP Seminari merupakan langkah berani yang dilakukan oleh Pater Norbert Shadeg, SVD misionaris Serikat Sabda Allah asal Amerika Serikat.
Dalam ‘The Christian Family’ (Bali Mission Series No 9 Denpasar, 1990 halaman 37) Pater Shadeg menulis; ‘…inilah impian misiologis seorang misionaris untuk menjadi tidak dibutuhkan lagi sesudah gereja lokal berkembang dan sampai pada suatu tahap otonomi dan kematangan yang memadai. Tahun 1953 merupakan privilese saya untuk membuka sebuah seminari kecil pertama di pulau ini…Berdasarkan data yang bisa direkam di arsip Seminari Tuka (2008) sampai dengan tahun 2008 ini Seminari Roh Kudus Tuka telah menghasilkan 37 imam dan tiga bruder. Sedangkan frater-frater yang tersebar di berbagai ordo atau serikat ada 24 orang dan yang masih menjalani postulat 4 orang.
Dari 37 orang imam alumni Seminari Roh Kudus Tuka , tercatat ada tujuh imam yang meninggalkan imamat dan dua imam meninggal dunia. Mereka yang bergabung di Serikat sabda Allah (SVD) 21 orang. Dari jumlah ini, 3 orang meninggalkan imamat dan satu orang meninggal dunia yakni Pater Siprianus I Ketut Natih SVD (angkatan 1955 ditahbiskan 1973). Ada satu alumni yang bergabung dengan MSF yakni P. Paulus I Ketut Remudja, MSF (angkatan 1960) yang ditahbiskan imam tahun 1974 (meninggal). Seorang alumni bergabung dengan biara trapis OCSO yakni P.Thomas I Ketut Switra,OCSO (angkatan 1975).
Alumni Seminari Roh Kudus yang ditahbiskan menjadi imam praja Keuskupan Denpasar sejak tahun 1969 tercatat 14 orang. Dari jumlah ini tiga orang diantaranya meninggalkan imamat. Alumni yang masuk bruder adalah 1 orang bergabung dengan SVD, 1 orang bergabung dengan FIC dan satu lagi bergabung dengan SVD.
VISI Seminari Roh Kudus Tuka tahun 2010; Mempunyai kelas SMA Seminari sendiri di Tuka. Bila sejak 1981 siswa SMA Seminari mesti bersekolah di SMAK St. Thomas Aquinas Tangeb maka mulai 2010 mereka akan bersekolah di Tuka. Pertimbangan utama guna memaksimalkan proses pendidikan dan pembinaan para seminaris calon imam di Seminari Tuka.Bangunan lama akan direnovasi menjadi Gedung 3 lantai untuk sekolah SMA.
Saat ini Romo Benediktus Deny Mari,Pr dipercayakan sebagai pimpinan Seminari yang pada tahun 2008 lalu berusia 55 tahun. Romo Deny Mari bersama Romo Flavianus Endi,Pr dan Romo Yohanes Martanto,Pr serta beberapa frater Tahun Orientasi Pastoral (TOP) berusaha mewunudkan VISI 2010 itu. Alamat yang dapat dihubungi: Seminari Menengah Roh Kudus Tuka PO BOX 18 Sempidi 80351 Denpasar Bali Telp: (0361) 439877.

KARYA KESEHATAN
Profil karya kesehatan di Keuskupan Denpasar ini dikutip dari Buku Panduan Keuskupan Denpasar yang diterbitkan oleh Sekretariat Kuria Keuskupan Denpasar Jl. Rambutan No.27 Denpasar .
Yayasan Dharma Bhakti Pertiwi
Yayasan Dharma Bhakti Pertiwi (YDBP) didirikan pada tanggal 26 Maret 1975 oleh P.Pancratius Mariatma,SVD, K.Rames Iswara, SH dan Wardiana. Spirit dasar Yayasan Dharma Bhakti Pertiwi adalah pelayanan dan pengabdian dengan mengutamakan orang-orang pinggiran. Sedangkan visi dasar Yayasan adalah Kebersamaan dalam Kasih.Tujuan didirikannya Yayasan ini adalah untuk menaungi beberapa unit karya pelayanan dan pengabdian kemasyarakatan. Ada dua karya pelayanan dan pengabdian masyarakat yang dipayungi oleh Yayasan Dharma Bhakti Pertiwi yakni Panti Kesehatan dan Tempat Penitipan Anak. Dengan didirikannya Yayasan ini maka unit-unit kerja itu mendapatkan aspek legal sehingga bisa melayani masyarakat luas.
Sejak Maret 2005 pengelolaan Tempat Penitipan Anak (TPA) di bawah naungan Yayasan Dharma Bakti Pertiwi telah mendapatkan ijin resmi dari Dinas Kesejahteraan Sosial Propinsi Bali. Pemerintah Propinsi juga mengakui komitmen Yayasan ini dalam memberikan pelayanan kesehatan dan pendampingan anak-anak bukan saja kepada umat katolik tetapi masyarakat umumnya.
Yayasan ini mengelola BP/BKIA/RB/POL. GIGI Panti Rahayu Jl. Gunung Semeru No. 8A Denpasar – Bali; Tlp. (0361) 424426, BP/BKIA/RB/POL. GIGI Panti Swasti Tangeb - Abianbase - Mengwi Tlp. (0361) 428122, BP/BKIA/RB Astiti Tuka - Dalung - Kuta – Badung, BP/BKIA/RB Panti Mulya Cemagi Munggu – Mengwi, BP/BKIA/RB Punia Giri Palasari - Ekasari Melaya – Jembrana dan Dokter Praktek (Umum) Jl. Keboiwa No. 4, Denpasar. Alamat yang dapat dihubungi: Jl. Keboiwa No. 4, Denpasar Tlp. (0361) 8443023.

Yayasan Kertayasa
Yayasan ini mengelola Rumah Sakit Bersalin Kertayasa Jl. Ngurah Rai No. 143 Negara Tlp. (0365) 41248 dan BP/BKIA/RB Dirgahayu Gumbrih - Pekutatan – Jembrana.

Yayasan Arnoldus
Yayasan ini mengelola BP/BKIA/RB Panti Sila Jl. Gunung Agung No. 27 Singaraja Telepon (0362) 22993.

Yayasan St. Antonius
Yayasan ini mengelola Rumah Sakit St. Antonius Jl. Koperasi No. 61 Ampenan Lombok – NTB Tlp. (0370) 621397. Yayasan Ratna Miriam
Yayasan ini mengelola BP Sinar Harapan Jl. Dr. Sutomo No. 4; Sumbawa Besar – NTB Tlp. (0371) 21084.

Yayasan Kolese St. Yusuf
Yayasan ini mengelola Poliklinik Tegal Jaya Br. Tegal Jaya – Dalung Kuta – Badung.

KARYA SOSIAL DI KEUSKUPAN DENPASAR

Panti Asuhan:
Panti Asuhan Maria Goreti Palasari - Melaya 82252 Telepon (0365) 42126, Panti Asuhan “Sidhi Astu” Jl. Raya Tuka, Tuka Dalung Kuta Utara, Denpasar, Bali, Telepon (0361) 7473382 dan Panti Asuhan Tritunggal Jl. Diponegoro No. 34 Sumbawa Besar 84313 Tlp. (0371) 21935,

Panti Penitipan Anak (TPA)
PPA Werdi Kumara Jl. Ida Bagus Oka Gang Rencong No. 9; Denpasar – Bali; Tlp. (0361) 226155, PPA St. Theresia dari Kanak-Kanak Yesus Jl. Diponegoro No. 9 Tabanan Tlp. (0361) 811024, PPA St. Paulus Singaraja, Jl. Kemboja No. 3a Singaraja Tlp. (0362) 21366 dan TPA St. Maria Mataram Jl. Pancawarga No. 10 Mataram Tlp. (0370) 624062.
.
Asrama – Asrama
Asrama Putri Cenigan Sari Jl. Cenigan Sari No. 18 Denpasar Tlp. (0361) 726431, Asrama Santa Catarina, Jl. Serma Kawi No. 5 Denpasar Tlp. (0361) 224466 dan Asrama Putri St. Carolus Boromeus Br. Tengah Tangeb – Abianbase Tlp. (0361) 428137.

PENGINAPAN DAN RUMAH RETRET
Profil rumah penginapan dan rumah retret di Keuskupan Denpasar ini dikutip dari Buku Panduan Keuskupan Denpasar yang diterbitkan oleh Sekretariat Kuria Keuskupan Denpasar Jl. Rambutan No.27 Denpasar .
Rumah Retret Betania Kuta (Keuskupan Denpasar) Jl. Kubu Anyar No. 15 Tuban – Kuta Tlp. (0361) 753003, Rumah Khalwat Tegaljaya (CDD) Jl. Kubu Gunung Br. Tegaljaya - Dalung Tlp. (0361) 426545, Wisma Soverdi Bali Wacana (SVD) Jl. Kepundung No. 34 Denpasar Tlp. (0361) 225797, Rumah Retret St. Arnoldus Yansen & Yoseph Freinandemetz (Keuskupan Denpasar) Jl. Majapahit Gg. Sadari No. 1; Ampenan – Lombok Tlp. (0370) 6606372 dan Rumat Retret Biara Karmel (O Carm) Desa/Br. Batunya, Baturiti, Tabanan Tlp. (0368) 21407, 21416.

KELOMPOK-KELOMPOK KATEGORIAL
Visi Keuskupan Denpasar Tahun 2007-2011 adalah ‘Keuskupan Denpasar sebagai persekutuan umat beriman kriastiani berjuang mewujudkan Kerajaan Allah melalui Komunitas Basis Gerejawi yang transformatif’. Sesuai visi tersebut umat katolik di Keuskupan Denpasar pun membangun persekutuan-persekutuan dalam bentuk organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi atau organisasi-organisasi ketegorial lainnya. Persekutuan-persekutuan itu menjadi Komunitas Basis Gerejawi yang hidup, berdoa dan berkarya.
Di Keuskupan Denpasar organisasi kemasyaratan berciri ‘katolik’ yang hidup, berdoa dan berkarya adalah Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Pemuda Katolik, Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) dan Forum Komunikasi Mantan Anggota (Forkoma) PMKRI.
Kelompok kategorial yang dibentuk berdasarkan kesamaan profesi adalah; Ikatan Para Medis Katolik (Perdhaki), Ikatan katekis Bali (IKB), Solidaritas Jurnalis Katolik Bali (SJKB), Persatuan Guru Katolik (PGA), Kelompok Seniman Katolik (KSK), Ikatan Advokat Katolik, Ikatan Karyawan Hotel dan Travel, Persatuan Usahawan Katolik (Pukat) dan Kelompok Nelayan Katolik.
Kelompok kategorial lainnya adalah PD Karismatik, PD Aloysis Gonzaga, PD Don Bosco, Legio Maria, Mariage Ecounter (ME), Tulang Rusuk, Kelompok Cinta Kasih, Kelompok Kerahiman, Kelompok Karyawan Muda Katolik (KKMK), Komunitas mahasiswa Katolik Unud, Komunitas Mahasiswa Katolik Unwar, Komunitas mahasiswa Katolik Undiknas, Couple for Christ/Pasukris, PD kanisius, Kelompok Tritunggal Mahakudus, Sekolah Minggu, CEFA, Pancaran Kasih Bunda, Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI), DJOCC dan Pasukan Yehuda.

PROFIL BIARAWATI YANG BERKARYA

Profil biarawati yang berkarya di Keuskupan Denpasar ini dikutip dari Buku Panduan Keuskupan Denpasar yang diterbitkan oleh Sekretariat Kuria Keuskupan Denpasar Jl. Rambutan No.27 Denpasar

Susteran Abdi Kristus (AK)
Susteran Abdi Kristus (AK) saat ini berkarya di Cakranegara Lombok dan Padangtawang Babakan Bali. Biara di Cakranegara beralamat di Jl. Beo No. 6 Cakranegara Mataram 83231 Lombok – NTB; Telepon (0370) 632123.Bidang Pelayanan adalah Karya Pastoral Paroki dan Pendidikan. Anggota komunitas Sr. M. Hilaria, AK, Sr. M. Atanasia, AK, Sr. M. Valentine, AK, Sr. M. Ambrosia, AK dan Sr. M. Virjilia, AK.

Susteran Carolus Boromeus
Di Keuskupan Denpasar Suster-suster Carolus Boromeus (CB) bertempat tinggal di Denpasar dan Tangeb. Biara di Denpasar beralamat di Susteran Siti Miryam Jln. Suli No. 72 Denpasar 80233 Telepon (0361) 232248. Para suster berkarya di bidang karya social. Para anggota komunitas Susteran Siti Miryam denpasar adalah Sr. Arnolfine Simamora, CB, Sr. Tarsisia, CB dan Sr. Maristela, CB.
Sedangkan di Tangeb, para suster CB menempati biara CB Tangeb dan alamat yang dapat dihubungi adalah Susteran CB Tangeb Puskesmas Pembantu Panti Swasti TengebTelepon (0361) 428137. Para suster berkarya di bidang kesehatan dan pastoral kategorial. Anggota Komunitas Sr. Anita, CB, Sr. Adelberte, CB dan Sr. Magdeline, CB.

Kongregasi St. Fransiskus (OSF)
Susteran OSF Sanglah dengan alamat Susteran OSF Sanglah Jl. Serma Kawi No. 7 Denpasar 80114 Telepon (0361) 224466.Bidang Pelayanan: Pastoral Paroki, Kelompok Kategorial, Pendidikan dan karya social.Anggota Komunitas Sr. M. Clara, OSF,Sr. M. Ignace, OSF, Sr. M. Anjelina, OSF, Sr. M. Finsenti, OSF dan Sr. Mariana, OSF.
Susteran OSF Sidhi Astu Tuka beralamat di Jl. Raya Tuka - Tuka – Dalung Telepon (0361) 7473827; 437049. Bidang Pelayanan:Karya Sosial, Kesehatan dan Pastoral Paroki. Anggota Komunitas : Sr. M. Esther, OSF,Sr. M. Virjini, OSF dan Sr. M. Odilia, OSF.
Susteran OSF Negara beralamat di Jl. Ngurah Rai No. 143 Negara 82213 Telepon (0365) 41537.Bidang Pelayanan: Kesehatan, Pendidikan dan Pastoral Paroki. Anggota Komunitas : Sr. M. Emmanuella, OSF,Sr. M. Margaretha, OSF,Sr. M. Leona, OSF, Sr. M. Josephine, OSF,Sr. M. Yosina, OSF, Sr. M. Yuliana, OSF dan Sr. M. Xaverine, OSF.
Susteran OSF Palasari beralamat di Susteran Negara Jl. Ngurah Rai No. 143; Negara Telepon (0365) 42126. Bidang Pelayanan: Karya Sosial, Kesehatan dan Pastoral Paroki. Anggota Komunitas: Sr. M. Agneta, OSF, Sr. M. Sita, OSF dan Sr. M. Skolastika, OSF.

Susteran PRR (Putri Reinha Rosari)
Susteran PRR Piling, Alamat :Susteran PRR Piling Penebel 82125 Kotakpos 1; Tabanan. Bidang Pelayanan: Karya Sosial. Anggota Komunitas: Sr. M. Humiliata, PRR, Sr. M. Imaculata, PRR dan Sr. M. Ruth, PRR.
Susteran PRR Tabanan, Alamat : Jln.Diponegoro No. 9 Tabanan Telepon (0361) 814852. Bidang Pelayanan: Karya Sosial, Pendidikan dan Pastoral Paroki. Anggota Komunitas: Sr. M. Maria Regelinda, PRR, Sr. M. Rosalia, PRR, Sr. M. Viktoria, PRR dan Sr. M. Verona, PRR.

Susteran RVM (Religiousof of Virgin Mary)
Susteran RVM Abianbase, Alamat Susteran RVM Abianbase – Mengwi; Tlp. (0361) 416387. Bidang Pelayanan: Karya Sosial, Pendidikan dan Pastoral Paroki. Anggota Komunitas : Sr. Ma. Agustina Sirakawe, RVM,Sr. Ma. Ludgardis Namang, RVM, Sr. Ma. Florentia Tani, RVM, Sr. Ma. Bernadina Nube, RVM dan Sr. Ma. Dolorosa Satban, PRV.
Susteran RVM Kuta, Alamat : Jl. Mertha Jati No. 3; Kuta, Telepon (0361) 758040. Bidang Pelayanan: Karya Sosial, Pendidikan dan Pastoral Paroki. Anggota Komunitas : Sr. Ma. Margaretha Pegan, RVM, SrMa. Emerensiana Kobesi, RVM, Sr. Ma. Fatima Yun Bere, RVM, Sr. Ma. Adriana Kofi, RVM, Sr. Ma. Agnes Nyoman Suweri, RVM, Sr. Ma. Bernadeta Ndolu, RVM, Sr. Ma. Lusia Nunang, RVM dan Sr. Agnes Laa, RVM.

Susteran SSpS (Abdi Roh Kudus)
Susteran SSpS Singaraja, Alamat : Susteran SSpS Singaraja Jl. Gunung Agung No. 27 Singaraja 81117, Telepon (0362) 29156. Bidang Pelayanan: Kesehatan dan Pastoral Paroki. Anggota Komunitas: Sr. Maria Goreti, SSpS, Sr. Iphigenie, SSpS, Sr. Florentina, SSpS, Sr. Cony, SSpS, Sr. M. Rosari Dewi, SSpS.
Susteran SSpS St. Antonius, Alamat : Jln. Koperasi No. 61 Karang Ujung – Ampenan Lombok – NTB ; Telepon (0370) 636767. Bidang Pelayanan: Kesehatan dan Pastoral Paroki. Anggota Komunitas: Sr. Maria Clara, SSpS, Sr. Reni Artha Sisila Marbun, SSpS, Sr. Monika, SSpS, Sr. Elisabeth Teiseran, SSpS, dan Sr. Maria Magdalena, SSpS.
Susteran SSpS Raba – Bima Alamat: Biara SSpS Beata Maria Helena Jl. Dam Rontu – Raba Bima – NTB Telepon (0374) 44509. Bidang Pelayanan: Kesehatan dan Pastoral Paroki. Anggota Komunitas: Sr. Maria Elsa, SSpS, Sr. M. Romana, SSpS dan Sr. M. Albertin, SSpS.

Susteran JMJ (Jesus Maria Joseph)
Susteran JMJ Sumbawa Besar Alamat:Susteran Tritunggal Jl. Diponegoro No. 34 Sumbawa 84312 Sumbawa Besar Telepon (0371) 21948. Bidang Pelayanan: Karya Sosial, Kesehatan, Pendidikan dan Pastoral Paroki. Anggota Komunitas :Sr. Corry Koloay, JMJ,Sr. Margerite Senduk, JMJ, Sr. Catarina Widiastuti, JMJ, Sr. Lusia Nanda, JMJ dan Sr. Theresa Yudayanti, JMJ.
Susteran JMJ Dompu Ahmat Yani No. 10; Dompu – NTB Bidang Pelayanan: Pendidikan. Anggota Komunitas: Sr. Ancilla Danun, JMJ.

Susteran CIJ (Suster-suster Pengikut Yesus)
Susteran tegal Jaya , Alamat : Rumah Khalwat Tegal Jaya Jl. Kubu Gunung Br. Tegal Jaya – Dalung Telepon (0361) 426545. Bidang Pelayanan: Pendidikan dan Pastoral Paroki.Anggota Komunitas: Sr. Corry, CIJ, Sr. Seravim, CIJ dan Sr.Gregorita, CIJ.

Susteran SPM Amlapura (Santa Perawan Maria)
Alamat : Susteran SPM Amlapura Jl. Untung Surapati No. 8; Amlapura Tlp. (0363) 23125. Bidang Pelayanan: Karya Sosial dan Pastoral Paroki. Anggota Komunitas : Sr. Yohani, SPM, Sr. Kalista, SPM, Sr. Susan, SPM dan Sr. Selfina, SPM.

Susuter-Suster Putri Cinta Kasih Canossian (FdCC)
Alamat : Gereja Katolik St. Maria Ratu Rosari Gianyar Jl. Mulawarman No. 92A; Gainyar Tlp. (0361) 945263. Bidang Pelayanan: Pendidikan dan Pastoral Paroki. Anggota Komunitas: Sr. Laurentina Ferreira, FdCC, Sr. Natalia Da Costa Neri, FdCC, Sr. Erlisda Wai Largus, FdCC dan Sr. Eurosia Dugnani, FdCC.

Brigit’s Sister
Alamat: Jl. Tukad Musi VI No. 8; Denpasar Tlp. (0361) 245357. Bidang Pelayanan: Karya Sosial dan Pastoral Paroki.Anggota Komunitas:Sr. Palen Lorena Llamos, Sr. Theresia Noronha, Sr. Layna Mery Ann Calombo, Sr. Teresia Podothoor, Sr. D’Silva Romana Prescilla, Sr. Natalia Lobo, Sr. Pandipally Mary, Sr. Anamay Mordeno Salinas dan Sr. Lewis Rosaline.

Susteran Maria Berdukacita (MBC)
Alamat: Jl. Dewi Sartika, Gg. Palapa No. 4 Kuta – Bali. Bidang Pelayanan: Karya Sosial. Anggota Komunitas: Sr. Ludwina Selestina Bias, MBC, Sr. Ma. Beata Mawung, MBC dan Sr. M. Reynolda Ramirez , MBC.

PROFIL IMAM YANG BERKARYA

Profil para imam yang berkarya di Keuskupan Denpasar ini dikutip dari Buku Panduan Keuskupan Denpasar yang diterbitkan oleh Sekretariat Kuria Keuskupan Denpasar Jl. Rambutan No.27 Denpasar .
Romo Hubertus Hady Setiawan,Pr
Romo Hubertus Hady Setiawan,Pr lahir di Cimacan, 1 Juli 1954 dan ditahbiskan menjadi imam pada 15 Agustus 1986. Saat ini Romo Hady bertugas sebagai Kepala Paroki St. Fransiskus Xaverius Kuta dan Ketua pelaksana Pusat Pastoral keuskupan Denpasar. Di masa kegembalaan Mgr. Vitalis Djebarus,SVD Romo Hady adalah Vikjen Keuskupan Denpasar. Ketika Uskup Denpasar Mgr. Vitalis Djebarus,SVD meninggal Romo Hubertus Hady Setiawan ditunjuk sebagai administrator Keuskupan Denpasar sampai 5 Agustus 2000. Di masa kegembalaan Uskup Benyamin Yosef Bria,Pr, Romo Hady adalah Vikjen Keuskupan Denpasar.
Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius, Jl. Kartika Plaza No. 107 Kuta Tlp. (0361) 751144, 750043.

P.Rosarius Geli, SVD
Lahir di Mataloko Ngada Flores Nusa Tenggara Timur 28 Mei 1962 dan ditahbiskan menjadi imam Serikat Sabda Allah (SVD) pada 26 Juni 1990. Saat ini bertugas sebagai Pastor Paroki Maria Immaculata Mataram dan merangkap sebagai Deken Dekenat Nusa Tenggara Barat dan Pastor Paroki St. Yohanes Pemandi Praya. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik St. Maria Immaculata Mataram Jl. Pejanggik No.37 Mataram – Lombok 83114 Telp: (0370) 614707.

Rm. Marcel Gede Myarsa, Pr
Lahir di Palasari pada 18 Maret 1942 dan ditahbiskan menjadi imam diosesan Denpasar pada 20 Juli 1971. Saat ini bertugas sebagai pastor Paroki St. Petrus Negara dan merangkap sebagai deken Bali Barat serta Pastor Paroki St. Paulus Singaraja. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik St. Petrus Jl. Gatot Subroto No.1 Negara jembrana Telp: (0365) 41296, Fax: (0365)41580.

P.Yosef Casius Wora,SVD
Lahir di Ruteng Manggarai Flores Nusa Tenggara Timur pada tanggal 18 Oktober 1959 dan ditahbiskan menjadi imam Serikat Sabda Allah (SVD) pada tanggal 29 Juli 1988. Saat ini sebagai Administrator Keuskupan Denpasar . Alamat yang dapat dihubungi:

Rm. Dr. Dominikus Gst. Bgs Kusumawanta, Pr
Lahir di Singaraja 10 November 1961 dan ditahbiskan sebagai imam diosesan Keuskupan Denpasar pada 22 Agustus 1990. Bertugas sebagai Vikaris Yudisial (Tribunal Perkawinan)Keuskupan denpasar dan sehari-hari bertugas sebagai Sekretaris Komisi Seminari KWI. Alamat yang dapat dihubungi: Komisi Seminari KWI Jl. Cut Meutia No. 10; Jakarta 10430, Telp:(021) 31936422,390184 Fax: (021) 3918527.

Rm. Herman Yoseph Babey, Pr
Lahir di Maumere, Sikka Flores Nusa tenggara Timur pada tanggal 26 Juli 1967 dan ditahbiskan menjadi imam diosesan Keuskupan denpasar pada 30 Juli 1996. Saat ini bertugas sebagai Wakil Ketua pelaksana Pusat Pastoral Keuskupan Denpasar, Ketua Komisi Karya Misioner/KKI dan Spiritual Kelompok-kelompok Rohani Keuskupan denpasar. Alamat yang dapat dihubungi: Jl. Belimbing Gg. Y/3 Denpasar Tlp. (0361) 221430.

P. Servatius Subhaga, SVD
Lahir di Tuka Bali pada 23 Maret 1938 dan ditahbiskan sebagai imam Serikat Sabda Allah (SVD) pada 9 Juli 1969. Ia adalah imam pertama dari Keuskupan Denpasar dan merupakan imam pertama alumni Seminari Roh Kudus Tuka. Saat ini bertugas sebagai Pastor Paroki St. Yosef Denpasar. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik St. Yoseph, Jl. Kepundung No. 2 Denpasar, Tlp. (0361) 222729P. Pankratius Mariatma, SVD
Lahir di Payangan Bali pada 9 Agustus 1940 dan ditahbiskan sebagai imam Serikat Sabda Allah (SVD) pada 20 Juli 1971. Saat ini bertugas sebagai Pastor Paroki St. Paulus Kulibul. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik St. Paulus Kulibul, Jl. Danau Batur, Tibubeneng, Kuta Utara, Tlp. (0361) 437082.

P. Guido Fahik, SVD
Lahir di Atambua Kabupaten Belu Timor Nusa Tenggara Timur pada tanggal 10 September 1947 dan ditahbiskan menjadi imam Serikat sabda Allah (SVD) pada 29 Juni 1978. Saat ini bertugas sebagai Pastor Pembantu Paroki Katedral Roh Kudus Denpasar. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katedral Roh Kudus Denpasar Jl. Tukad Musi No.1 Renon-Denpasar telp: (0361) 241303, Fax: (0361) 261168.

P. Frans Mansen, SVD
Lahir di Robek Manggarai Flores Nusa Tenggara Timur 10 Pebruari 1973 dan ditahbiskan sebagai imam Serikat sabda Allah (SVD) pada tanggal 23 September 2000. Saat ini bertugas sebagai Pastor Paroki St. Yoseph Raba Bima. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik St. Yoseph, Jl. Pepaya No. 1; Raba – Bima, Tlp. (0374) 43258.

Rm. Lucius Nym. Purnawan, Pr
Lahir di Canggu Bali pada tanggal 12 Juni 1957 dan ditahbiskan menjadi imam diosesan keuskupan Denpasar pada 5 Pebruari 1985. Saat ini bertugas sebagai Pastor Quasi Paroki Monang-Maning. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik St. Petrus, Jl. Gunung Batok I/1; Monang-Maning, Tlp. (0374) 43258.

Rm. J. Handriyanto Wijaya, Pr
Lahir di semarang jawa Tengah tanggal 24 Mei 1954 dan ditahbiskan sebagai imam pada ntanggal 30 Desember 1983. Saat ini bertugas sebagai Pastor Paroki Gianyar, Ketua Komisi Keluarga dan Ekonom Keuskupan Denpasar. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik St. Maria Ratu Rosari, Jl. Mulawarman No. 92A Gianyar, Tlp. (0361) 943456 atau Keuskupan Denpasar Jl. Rambutan No 27 Denpasar Telp:PO Box 3081 Denpasar 80030 Telp: (0361)

Rm. Evensius Dewantoro, Pr
Lahir di Riangkemie, Flores Timur tanggal 2 Mei 1969 dan ditahbiskan sebagai imam diosesan keuskupan Denpasar pada tanggal 13 Juni 1996. Saat ini bertugas sebagai Pastor Stasi Nusa Dua dan Ketua Komisi HAK. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa Jl. Bukit Kampial Nusa Dua Telp: (0361) 774811.

Rm. Paskalis Nyoman Widastra, SVD
Lahir di Palasari, Jembrana Bali pada tanggal 13 April 1966 dan ditahbiskan menjadi imam Serikat sabda Allah (SVD) pada tanggal 15 September 1994. Saat ini bertugas di Rumah Retret Wisma Arnoldus Denpasar dan Wakil Ketua Komisi HAK. Alamat yang dapat dihubungi: Wisma Arnoldus Jl. Kepundung No 34 Denpasar Telp: (0361) 225797.

Rm. Y.B. Nyoman Suryana, Pr
Lahir di Tuka, -7 April 1970 dan ditahbiskan menjadi imam diosesan Keuskupan Denpasar pada tanggal 24 September 1997. Saat ini bertugas sebagai Pastor Paroki Gumbrih. Alamat yang bisa dihubungi: Gereja Katolik St. Maria Ratu Jl. Gereja No. 4; Gumbrih Tlp. (0361) 43323.

Rm. Thomas Almasan, Pr.
Lahir di Tangeb pada tanggal 20 Maret 1970 dan ditahbiskan menjadi imam diosesan Keuskupan Denpasar pada tanggal 24 September 1997. Saat ini bertugas sebagai Pastor Pembantu Paroki Katedral Roh Kudus dan Ketua Komisi Pendidikan. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Ekumene Immanuel Denpasar Jl. P.B. Sudirman (belakang RSAD).

Rm. Paulus Seran Nahak, Pr
Lahir di Balila, Timor tanggal 21 Januari 1962 dan ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 2 Oktober 1996. Saat ini bertugas sebagai Pastor Quasi Paroki Yohanes Maria Vianey Donggo. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik St. Yohanes Maria Vianney d/a. Gereja Katolik St. Yoseph Jl. Pepaya No. 1, Raba - Bima – NTB Tlp. (0374) 43258.

Rm. Kristianus Min Isti, Pr
Lahir di Maumere pada tanggal 10 Januari 1963 dan ditahbiskan menjadi imam diosesan keuskupan denpasar pada tanggal 28 Juli 1996. Saat ini bertugas sebagai pastor Pembantu Paroki St. Fransiskus Xaverius Kuta. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Kuta Jl.Dewi Sartika 107 Kuta Telp: (0361) 751144,750043.

Rm. Yasintus Nahak, Pr
Lahir di Wanibesak Timor pada tanggal 7 Januari 1967 dan ditahbiskan menjadi imam diosesan Keuskupan denpasar pada tanggal 29 September 1998. Saat ini sedang studi di Roma Italia. Alamat yang dapat dihubungi: Colegio SanPietro Apostolo Viale delle Mura Aurelie 4 00152 Roma – Italia.

Rm. Laurensius Maryono, Pr
Lahir di Karanganyar, Jawa Tengah pada tanggal 12 Januari 1962 dan ditahbiskan menjadi imam diosesan Keuskupan denpasar pada tanggal 24 September 1997. Saat ini bertugas sebagai pastor Paroki Palasari dan Ketua Komisi Kateketik.Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Jl. Gereja – Palasari – Melaya – JembranaTlp. (0365) 42201.

Rm. Kristianus Ratu, SVD
Lahir di Watuneso Ende pada tanggal 16 Agustus 1966 dan ditahbiskan menjadi imam Serikat Sabda Allah (SVD) pada tanggal 23 September 1997. Saat ini bertugas sebagai pastor Paroki Katedral Roh Kudus Denpasar, Ketua Komisi kepemudaan dan Deken Bali Timur. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik Katedral Roh Kudus, Jl. Tukad Musi No 1 Renon Denpasar Telp: (0361) 241303 Fax: (0361) 261168.

Rm. Bartholomeus Bere, Pr
Lahir di Wekfau,Timor pada tanggal 24 Agustus 1949 dan ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 20 Juli 1980. Saat ini bertugas sebagai Pastor Paroki Ampenan. Alamat yang daoat dihubungi: Gereja Katolik St. Antonius Jl. Majapahit No. 10 Ampenan – Lombok Tlp. (0370)634397.

Rm. Agustinus Sugiyarto, Pr
Lahir di Boyolali Jawa tengah pada tanggal 2 September 1968 dan ditahbiskan menjadi imam pada 2 Oktober 1996. Saat ini bertugas sebagai Pastor Paroki Dompu. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik St. Maria- St. Yoseph Jl. Pinus No. 3; Kotabaru – Dompu – NTB Tlp. (0373) 21655.

Rm. Benediktus Deni Mary, Pr
Lahir di Singaraja, pada tanggal 18 Oktober 1971 dan ditahbiskan menjadi imam diosesan Keuskupan Denpasar pada tanggal 15 September 1998. Saat ini bertugas sebagai Praeses Seminari Roh Kudus Tuka dan Ketua Komisi Panggilan/Seminari. Alamat yang dapat dihubungi: Seminari Menengah Roh Kudus Tuka Tlp. (0361) 439877.

Rm. Yandhie Buntoro, CDD
Lahir di Pontianak Kalimantan barat pada tanggal 23 Oktober 1961 dan ditahbiskan menjadi imam CDD pada tanggal 6 Mei 1990. Saat ini bertugas sebagai Rektor Rumah Khalwat Tegaljaya. Alamat yang dapat dihubungi: Rumah Khalwat Tegaljaya – Dalung Tlp. (0361) 426545; 410889.

Rm. Flavianus Endi, Pr
Lahir di Wetik Manggarai pada tanggal 24 Januari 1972 dan ditahbiskan menjadi imam dioses Denpasar pada tanggal 26 Juli 2000. Saat ini bertugas sebagai staf pembina Seminari Roh Kudus Tuka. Alamat yang bisa dihubungi: Seminari Roh Kudus Tuka PO Box 18 Sempidi 80351, Denpasar Bali Telp: (0361) 439877.

Rm. Klemens Bere, Pr
Lahir di Wanibesak, Timor pada tanggal 23 November 1965 dan ditahbiskan menjadi imam Keuskupan Denpasar pada tanggal 1 Agustus 1999. Saat ini berkarya sebagai Pastor Paroki Tabanan. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik St. Maria Immaculata Jl. Singosari No. 5A; Tabanan Tlp. (0631) 813165. Rm. Ig. Gede Adiamika S. Pr
Lahir di Denpasar, 7 Oktober 1973 dan ditahbiskan menjadi imam Keuskupan denpasar pada tanggal 1 Agustus 1999. Saat ini berkarya sebagai Pastor Paroki Sumbawa Besar. Alamat yang dapat dihubungi:Gereja Katolik Jl. Diponegoro No. 34, Sumbawa Besar Tlp. (0371) 21718.

Rm. Yohanes Martanto, Pr
Lahir di Kulonprogo, Yogyakarta 21 Juni 1971 dan ditahbiskan menjadi imam Keuskupan Denpasar pada tanggal 21 September 2001. Saat ini berkarya sebagai Pastor Paroki Babakan dan Ekonom Seminari Menengah Roh Kudus Tuka. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik Roh Kudus Babakan Canggu Telp: (0361) 7441206.

Rm. Sebastianus Yordan Ado, Pr
Lahir di Sumbawa Besar pada tanggal 20 Februari 1976 dan ditahbiskan menjadi imam Keuskupan denpasar pada tanggal 7 Oktober 2003. Saat ini berkarya sebagai Pastor Pembantu Paroki Negara. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik St. Petrus Negara Jl. Gatot Subroto No. 1, Negara – Bali Tlp. (0365) 41296, Fax. (0365) 41580.

Rm. Yohanes Kadek Ariana, Pr
Lahir di Gumbrih, 17 Juni 1978 dan ditahbiskan menjadi imam Keuskupan denpasar pada tanggal 7 Oktober 2005. Saat ini berkarya sebagai Pastor Pembantu Paroki Ampenan. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik St. Antonius Jl. Majapahit No. 10; Ampenan, Lombok Tlp. (0370) 634397.

Rm. Martinus Emanuel Ano, Pr
Lahir di Reo,Manggarai 3 November 1976 dan ditahbiskan menjadi imam Keuskupan Denpasar pada tanggal 4 Oktober 2006. Saat ini berkarya sebagai Pastor Pembantu Paroki Sumbawa Besar. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik Sang Penebus Jl. Diponegoro No. 34; Sumbawa Besar Tlp. (0371) 21718.

Rm. Agustinus Keluli, OCD
Lahir di Lembata, 2 November 1969 dan ditahbiskan menjadi imam OCD pada tanggal 5 September 1999.Saat ini berkarya sebagai Pastor Stasi Amlapura – Klungkung dan Ketua Komisi Liturgi. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik St. Fransiskus Asisi Jl. Untung Surapati No. 8, Amlapura Tlp. (0363) 21255.

P. Lodovikus Pake,SVD
Lahir di Jopu Ende, 24 Agustus 1958 dan ditahbiskan menjadi imam Serikat sabda Allah (SVD) pada tanggal 8 Desember 1990 di Paroki St. Perawan Maria Dikandung tanpa Dosa Jopu. Saat ini sebagai Pastor Paroki St. Theresia Tangeb Mengwi. Alamat yang dapat dihubungi: Paroki St. Theresia Tangeb – Abianbase- Mengwi – Badung Telp: (0361) 428134.

P.Paulus Payong,SVD
Lahir di Witihama Flores Timur, 2 Juni 1953 dan ditahbiskan menjadi imam Serikat sabda Allah (SVD) pada 16 Juni 1984 di Paroki Witihama Adonara Flores Timur. Saat ini sebagai Pastor Kepala Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka Dalung. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik Tritunggal Mahakudus Tuka Dalung Telp: (0361) 439820.

P.Agustinus Hutrin,SVD
Lahir di Atambua Timor 17 Agustus 1975 dan ditahbiskan menjadi imam Serikat sabda Allah (SVD) pada tanggal 24 Agustus 2004 di Gereja katolik Paroki Nenuk Atambua. Saat ini sebagai Pastor Pembantu Paroki Tritunggal mahakudus Tuka. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik Tritunggal Mahakudus Tuka Dalung Telp: (0361) 439820.

P. Didimus Dinong,O’Carm
Lahir di Maulo’o Kabupaten Sikka NTT pada 17 Januari 1976 dan ditahbiskan menjadi imamOrdo Carmelit pada tanggal 22 Agustus 2003. Saat ini berkarya di rumah retret Biara Karmel Baturiti Bedugul Buleleng Bali.

P.Yosef Gerungan, O’Carm
Lahir di Samarinda Kalimantan Barat pada tanggal 26 Maret 1956 dan ditahbiskan menjadi imam Ordo Carmelit pada tanggal 5 September 1991. Saat ini berkarya sebagai pastor di Biara Carmel Baturiti Bedugul Buleleng Bali.

PERKEMBANGAN UMAT DARI WAKTU KE WAKTU

Menurut penelitian sosiopastoral Romo Franco Zocca tahun 1988 tentang keadaan dan perkembangan umat katolik di Pulau Bali dan Lombok dapat diketahui bahwa perkembangan umat katolik di Keuskupan Denpasar berawal pada tahun 1936.
Data menunjukkan antara tahun 1936-1937, jumlah umat katolik tercatat 145 orang, antara 1937-1938 bertambah menjadi 246 orang, antara 1938-1939 menjadi 323 orang, antara tahun 1939-1940 tercatat 389 orang. Pada tahun 1940 sampai 1941 umat katolik Bali dan Lombok 470 orang.
Data tahun 1946-1947 memperlihatkan jumlah umat katolik Bali dan Lombok menjadi 1266 orang dan antara tahun 1947-1948 umat katolik Bali dan Lombok menjadi 1237 orang. Tahun 1948-1949 umat katolik bertambah menjadi 1304 orang. Dan antara tahun 1949 sampai 1961 jumlah umat di Keuskupan Denpasar mencapai 4.645 jiwa dan 175 katekumen.
Tahun 1962 jumlah umat 5.008 orang dan 146 katekumen, meningkat menjadi 5.343 orang dan 135 katekumen pada tahun 1963. Tahun 1964 jumlah umat mencapai 5.391 orang dan 192 katekumen meningkat pada tahun 1965 menjadi 6.266 orang dan 476 katekumen. Tahun 1966 jumlah umat 6.625 dan 413 katekumen. Jumlah umat tahun 1967 sebanyak 6.952 dan 314 katekumen dan tahun 1968 meningkat menjadi 7.546 orang dan 264 katekumen. Tahun 1969 jumlah umat tercatat 7.783 orang dan 285 katekumen meningkat di tahun 1970 menjadi 7.830 orang dan 332 katekumen. Sampai tahun 1971 jumlah umat di Keuskupan Denpasar tercatat 7.996 orang dan 245 katekumen.40)
Tahun 1972 umat katolik Keuskupan denpasar tercatat 8.253 orang dan 116 katekumen meningkat menjadi 8.716 orang dan 200 katekumen tahun 1973. Tahun 1974 jumlah umat 9.164 orang dan 94 katekumen bertambah di tahun 1975 menjadi 9.042 orang dan 164 katekumen. Tahun 1976 jumlah umat mencapai 9.489 orang dan 84 katekumen, meningkat tahun 1977 menjadi 9.529 orang dan 182 katekumen, tahun 1978 tercatat 9.838 orang dan 132 katekumen, tahun 1979 menjadi 10.132 orang dan 187 katekumen, tahun 1980 umat mencapai angka 10.415 orang dan 157 katekumen. 41)
Tahun 1981 jumlah umat mencapai 10.851 orang, meningkat menjadi 11.337 orang tahun 1982. Tahun 1983 jumlah umat 12.066 orang dan tahun 1984 menjadi 12.140 orang. Tahun 1985 jumlah umat tercatat 13.016 orang meningkat tahun 1986 menjadi 14.151 orang. Tahun 1987 umat tercatat 14.156 orang dan tahun 1988 menjadi 14.585. Sampai tahun 1990 jumlah umat katolik di KeuskupanDenpasar (Bali & NTB) tercatat 15.320 atau hanya 3 persen dari total penduduk Bali dan NTB yang mencapai angka 4.614.527 jiwa. Sampai tahun 1999 jumlah umat katolik Keuskupan Denpasar 24.897 jiwa atau 4 persen dari jumlah penduduk Bali dan NTB yang mencapai 6.194.000 jiwa. 42)
Perkembangan umat katolik di Bali, Lombok dan Sumbawa terus terjadi. Data terakhir di Sekretariat Keuskupan Denpasar tahun 2007 menunjukkan umat katolik telah mencapai jumlah 34.974 jiwa terdiri dari laki-laki 17.165 jiwa dan perempuan 17.809 jiwa.

PROFIL DEKENAT DAN PAROKI-PAROKI

Pada masa kegembalaan Uskup Benyamin Yosef Bria,Pr, wilayah gerejawi Keuskupan Denpasar (Bali – NTB) dibagi dalam tiga wilayah dekenat yakni Dekenat Bali Barat, Dekenat Bali Timur dan Dekenat Nusa tenggara Barat (NTB).
Pembentukan Kevikepan di Keuskupan Denpasar merupakan realisasi dari rekomendasi Sinode I Keuskupan Denpasar yakni Penataan Struktur dan kelembagaan Keuskupan Denpasar. Banyak usaha yang telah dilakukan Uskup Denpasar untuk merealisasikan rekomendasi peserta Sinode I tersebut. Salah satunya adalah pembagian wilayah gerejani Keuskupan Denpasar menjadi tiga wilayah dekenat.
Profil singkat dekenat di keuskupan Denpasar ini dikutip dari Buku Panduan Keuskupan Denpasar yang diterbitkan oleh Sekretariat Keuskupan Denpasar pada bulan Juli 2007.

Dekenat Bali Barat
Dekenat Bali Barat berpusat di Negara Ibukota Kabupaten Jembrana dengan sekretariat beralamat di Gereja Katolik St. Petrus Jl. Gatot Subroto No 1 Negara Telpon (0365) 41296 Fax (0365) 41580. Romo Marcel Gde Myarsa,Pr diangkat sebagai Deken Bali Barat.
Wilayah dekenat Bali Barat meliputi paroki-paroki dan stasi-stasi yang berada di kabupaten jembrana, Kabupaten Tabanan dan kabupaten Buleleng. Di Kabupaten Jembrana terdapat Paroki Hati Kudus Yesus Palasari, Paroki St. Petrus Negara dan paroki St.Maria Ratu Gumbrih. Di Kabupaten Tabanan terdapat Paroki Maria Immaculata dan di kabupaten Buleleng terdapat paroki St. Paulus Singaraja.

Dekenat Bali Timur
Dekenat Bali Timur berpusat di Gereja Katedral Roh Kudus Jl. Tukad Musi No 1 Denpasar. Nomor telpon (0361) 241303, Fax (0361) 261168. Deken Bali Timur pertama adalah Romo Yosef Casius Wora,SVD dan setelah Romo Yosef diangkat sebagai Administrator Keuskupan Denpasar Deken Bali Timur dipercayakan kepada Romo Kristianus ratu,SVD.
Wilayah Dekenat Bali Timur meliputi paroki-paroki dan stasi-stasi yang berada di Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Bangli, Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Karangasem. Paroki-paroki yang berada di wilayah Kabupaten Badung adalah Paroki Tritunggal Tuka, Paroki St. Theresia Tangeb, Paroki Roh Kudus Babakan, Paroki St.Paulus Kulibul dan Paroki St. Fransiskus Xaverius Tuban.
Paroki yang berada di wilayah Kota Denpasar adalah Paroki Katedral Roh Kudus, Paroki St. Yosef Kepundung Denpasar dan paroki St. Petrus Monang Maning. Paroki yang berada di wilayah Kabupaten Gianyar adalah paroki Ratu Rosari, di wilayah Kabupaten Karangasem Stasi St. Fransiskus Asisi Amlapura, di Kabupaten Klungkung Stasi St. Sesilia Klungkung.

Dekenat Nusa Tenggara Barat
Dekenat Nusa Tenggara Barat berpusat di Paroki Maria Immaculata Mataram Jl. Pejanggik No 37 Mataram Telp: (0370) 641707 Fax: (0370) 632092. Dekenat NTB dipimpin oleh Deken P.Rosarius Geli,SVD.
Wilayah Dekenat NTB meliputi paroki-paroki dan stasi-stasi di seluruh wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat atau Pulau Lombok dan Sumbawa yakni Paroki Maria Immaculata Mataram, Paroki St. Antonius Ampenan, Paroki St. Yohanes Pemandi Praya, Paroki Sang Penebus Sumbawa Besar, Paroki St. Maria-St. Yoseph Dompu, Paroki St. Yoseph Raba-Bima dan Quasi Paroki St.Yohanes Maria Vianney Donggo.

PROFIL PAROKI-PAROKI
Gereja Katolik di Keuskupan Denpasar (Bali & NTB) yang berawal di desa Tuka (Bali, 1936) , Mataram (Lombok, 1935) dan Sumbawa Besar (Sumbawa,1928) adalah gereja dengan usia yang masih sangat muda. Tetapi Gereja yang berawal di ‘Betlehem’ Tuka Bali ini bertumbuh dari biji sesawi menjadi pohon besar tempat burung-burung bersarang. Gereja Bali berdiaspora ke seluruhpenjuru Bali, bahkan ke luar Bali melalui program transmigrasi.
Demikian pula Gereja yang berawal di Mataram, berkembang ke seluruh penjuru pulau Lombok, menjadi kelompok-kelompok kecil. Umat katolik kecil secara kuantitas tetapi secara kualitas telah memberikan sumbangan bagi pembangunan daerah. Gereja yang berawal di Sumbawa Besar juga telah menyebar seluruh penjuru Sumbawa dan menjadi tanda bahwa Kristus hadir di pulau Sumbawa. Sungguh-sungguh Gereja Diaspora, gereja yang terus bertumbuh dalam sejarah, sedang bertumbuh dalam sejarah masa kini dan akan terus bertumbuh di masa depan.
Profil singkat paroki-paroki di keuskupan Denpasar ini dikutip dari Buku Kenangan Tahbisan Uskup Denpasar Mgr.Dr.Benyamin Yosef Bria,Pr, Agustus 2000 yang diterbitkan oleh panitia tahbisan Uskup berdasarkan laporan Sekretariat Paroki dan Buku Panduan Keuskupan Denpasar yang diterbitkan oleh Sekretariat Keuskupan Denpasar pada bulan Juli 2007 .

Paroki Hati Kudus Yesus Palasari
Buku permandian sejak tahun 1940.Tanggal 15 September 1940 Pater Simon Buis,SVD memimpin 18 umat katolik dari Tuka exodus ke Bali Barat yang kini dikenal dengan nama Palasari. P.Simon Buis menjadi perintis berdirinya Paroki Palasari dan tinggal bersama para transmigran Palasari sampai tahun 1949.
Pengganti P.Simon Buis,SVD adalah Pater B.Blanken,SVD yang meneruskan pembangunan gereja Palasari dan diresmikan tanggal13 Desember 1958 oleh Uskup Malang Mgr.Albers dengan nama pelindung Hati Kudus Yesus.Imam-imam yang pernah mengabdi di Paroki Palasari atau yang pernah melayani umat Palasari adalah P. Servatius Subhaga,SVD,Pater H.Balhorn,SVD,P.Yan Djawa,SVD,Romo Philipus Wayan Jaya,Pr,P.Guido Fahik,SVD, P.Frans Didok,SVD, P.Fredy Dhay,Pr, P. Lukas Kilatwono, P.Yoseph Wora,SVD, P. Kristianus Ratu,SVD, dan Romo Thomas Almasan,Pr.
Stasi-stasi yang termasuk Paroki palasari adalah Stasi Blimbingsari, Stasi St. Petrus Candikusuma dan Stasi Gilimanuk.Karya pastoral yang menonjol adalah pendidikan dan kesehatan.
Di paroki ini terdapat kompleks pekuburan para Uskup dan para imam yang mengabdi di Keuskupan Denpasar. Para uskup yang dimakamkan di pekuburan Palasari adalah Mgr. Paulus Sani Kleden, Mgr. Anton Tijsen,SVD,Mgr.Vitalis Djebarus,SVD dan Mgr. Dr.Benyamin Yosef Bria,Pr.
Menurut data Keuskupan Denpasar tahun 2007 jumlah umat Paroki Palasari 1.155 orang terdiri dari laki-laki 585 orang dan perempuan 570 orang. Sejak tahun 2003 Paroki Palasari dipimpin Pastor Paroki Romo Laurensius Maryono,Pr.
Alamat yang bisa dihubungi: Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Palasari, Jl. Gereja No.2 Palasari-Ekasari Telp/Fax: (0365) 42201.

Paroki St. Petrus Negara
Buku permandian sejak tahun 2001.Gereja St.Petrus Negara dirintis oleh Romo Bernardus Blanken,SVD yang berkarya sebagai Pastor Paroki Palasari sejak tahun 1948 sampai 1970.
Tanggal 29 Juni 1967 gereja dan pastoran di Jalan Rama No 1 Negara diberkati oleh Mgr. Paulus Sani Kleden,SVD dengan nama pelindung St. Petrus dan merupakan Stasi dari Paroki Hati Kudus Yesus Palasari.Tahun 1974 suster-suster OSF menempati perumahan St. Rafael untuk memelihara Gereja, membantu umat dalam bidang kesehatan dan memberikan pelajaran agama.
Tanggal 14 Juli 1976 terjadi gempa yang menyebabkan bangunan gereja rusak.P.Heribert berupaya membangun kembali gereja baru.Peletakan batu pertama dilaksanakan bulan November 1976 dan selesai tahun 1977. Pada hari Pentekosta 1977 Gereja St. Petrus Negara diberkati oleh Mgr. Antonius Tijsen SVD.
Gereja di Jalan Rama dirasakan terlalu kecil sehingga tidak dapat lagi menampung umat. Karena itu dibangun Gereja di Jl Gatot Subroto No 1 ...... Karya pastoral yang menonjol adalah pendidikan dan kesehatan.
Imam-imam yang pernah mengabdi di Paroki Negara atau yang pernah melayani umat Negara adalah P.Guido Fahik,SVD,P.Yoseph Wora, SVD, P.Lukas Kilatwono,SVD,P.Frederikus Dhay,SVD, dan Rm.Thomas Almasan,SVD.
Berdasarkan statistik Keuskupan Denpasar tahun 2007 jumlah umat Paroki St. Petrus Negara adalah 712 orang terdiri dari 350 orang laki-laki dan 362 orang perempuan.Saat ini Romo Marcel Gde Myarsa,Pr sebagai Pastor Paroki dibantu oleh Romo Sebastianus Yordan Ado,Pr.
Alamat yang bisa dihubungi: Gereja Katolik St.Petrus Jl. Gatot Subroto No 1 Negara – Jembrana Telp (0365) 41296, Fax: (0365) 41580.

Paroki St. Maria Ratu Gumbrih
Buku permandian sejak tahun 1939. Tahun 1935 Pastor Simon Buis SVD yang dijuluki IdaParoki St. Theresia Tangeb
Buku permandian sejak tahun 1940.P.Simon Buis,SVD merintis paroki ini.Katekumen pertama yang mengikuti pelajaran agama berjumlah 15 orang. Tanggal 15 Desember 1940 bersamaan dengan pemberkatan Gereja St. Theresia Tangeb, para katekumen itu dibaptis.
Gereja pertama Tangeb dibangun tahun 1939 oleh P.Simon Buis SVD yang diselesaikan oleh P.Kersten,SVD selesai tahun 1940. Tahun 1989 gereja direhab dan selesai tahun 1990.
Paroki Tangeb termasuk stasi-stasi. 1) Stasi Cemagi, dengan nama pelindung Maria Assumpta. Gereja dibangun pada tahun 1951 dan direhab tahun 1988, selesai tahun 1989.2) Stasi Sading, dengan nama pelindung Maria de Guadalupe. Gereja dibangun pada tahun 1955, direhab tahun 1998 dan selesai tahun 1999.3)Stasi Abianbase dengan nama pelindung Kristus Raja. Gereja pertama dibangun tahun 1957. Gereja kedua dibangun tahun 1992.
Menurut data statistik Keuskupan Denpasar tahun 2007 jumlah umat Paroki Tangeb 926 orang terdiri dari 432 laki-laki dan 494 perempuan. Saat ini P.Lodovikus Pake,SVD melayani umat Paroki Tangeb. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja St. Theresia tangeb Tangeb Abianbase Mengwi badung Telp:(0361) 428134.

Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka
Buku permandian sejak tahun 1937. Dalam catatan sejarah Paroki Tritunggal Mahakudus, I Made Bronong dan I Wayan Dibloeg adalah perintis gereja katolik Tuka. Melalui kedua tokoh ini terbentuklah jemaat Gereja Katolik Tritunggal Mahakudus Tuka. Nama-nama tokoh awam lainnya yang dipandang sebagai perintis Gereja Tuka adalah Pan Sekar, Pan Paulus dan pan Maria.
Tanggal 12 Juli 1936 P.J.Kersten,SVD melakukan peletakan batu pertama pembangunan gereja. Peletakan batu pertama itu dihadiri oleh P.van der Heijden,SVD dan P.Conrad SVD Pembangunan gereja dilanjutkan oleh P.Simon Buis hingga selesai dan diresmikan pada tanggal 14 Pebruari 1937 oleh Mgr. Adams.Bangunan gereja sekarang ini dibangun tahun 1984 berkat bantuan Serikat Sabda Allah. Gereja baru ini bergaya arsitektur tradisional Bali.
Stasi-stasi yang termasuk wilayah Paroki Tuka adalah Stasi St. Stefanus tegaljaya, Stasi St. Maria Asumpta Buduk dan Stasi St. Petrus Paulus Batulumbung.
Sampai tahun 2007 jumlah umat paroki Tritunggal Mahakudus Tuka adalah 1691 orang terdiri dari 848 laki-laki dan 494 perempuan. Pastor Paroki adalah P. Paulus Payong,SVD dan pastor pembantu P.Agustinus Gutrin,SVD. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik Tritunggal Maha Kudus Tuka Dalung Telp: (0361) 439820.

Paroki Roh Kudus Babakan
Buku permandian sejak tahun Tanggal 17 September 1940 didirikan kapel di Banjar Padang Tawang berukuran 10 x 8 meter dengan pola bangunan amat sederhana. Kapel ini dipergunakan sampai tahun 1951. Selama 11 tahun sangat nampak perkembangan umatnya. Bulan Mei 951 dibangun sebuah gereja baru. Perayaan ekaristi diadakan setiap hari Rabu sedangkan untuk perayaan ekaristi hari Minggu umat mengikuti di paroki induk yakni di Tuka.
Pater Nobert Shadeg,SVD mendirikan gedung gereja yang lebih besar di Babakan, yang berdiri kokoh dan megah sampai sekarang. Peletakan batu pertama tanggal 22 Agustus 1965 dan diresmikan pada tanggal 8 Desember 1967 oleh Mgr. Dr. Paulus Sani Kleden,SVD, Uskup pertama Keuskupan Denpasar.
Data dari Sekretariat Keuskupan Denpasar berdasarkan laporan paroki menunjukkan jumlah umat tahun 2007 adalah 598 orang terdiri dari 285 laki-laki dan 313 perempuan. Saat ini Pastor Paroki adalah Romo Yohanes Martanto,Pr. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik Roh Kudus Babakan Canggu Telp: (0361) 7441206.

Quasi Paroki St. Petrus Monang Maning
Buku permandian sejak tahun 1995. Quasi Paroki St. Petrus Monang Maning sejak 4 April 1946 adalah bagian dari Paroki St. Yoseph Denpasar.Tahun 1980 Monang Maning berpisah dengan sector Paulus Roncalli dan membentuk sector sendiri yakni Sektor St. Petrus.
Tahun 1982 Gereja St. Petrus Monang Maning dibangun di atas tanah yang disiapkan oleh Developer seluas 5 are. Gereja pertama dibangun dengan model banjar.Statusnya menjadi Stasi dengan pastor stasi Rm. Natalis Napang,Pr. Tahun 1992 Rm. Marcel Gde Miarsa,Pr ditunjuk menjadi Pastor Stasi St. Petrus Monang Maning.Tahun 1993 resmi menjadi Quasi Paroki St. Petrus Monang Maning.
Memasuki tahun 1999 umat Quasi Paroki St. Petrus Monang Maning membangun gereja baru. Gereja lama dibongkar dan dibangun gereja yang lebih reprensetatif.Saat ini Pastor Paroki dijabat oleh Rm.Lucius Nyoman Purnawan,Pr. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik St. Petrus Monang Maning Jl. Gunung Batok I/1 Monang Maning Telp: (0361) 482568

Paroki Katedral Roh Kudus Denpasar
Buku permandian sejak tahun 1998. Gereja Katedral Roh Kudus Denpasar direncanakan sejak masa kegembalaan Mgr. Paulus Sani Keleden,SVD kemudian dilanjutkan oleh Mgr. Antonius Thijssen,SVD, Mgr. Vitalis Djebarus,SVD dan Mgr. Benyamin Bria,Pr. Meskipun panitia pembangunan sempat berganti-ganti namun akhirnya pada tanggal 15 Agustus 1993 dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Katedral.Sejak tahun 1998 bangunan Gereja Katedral sudah bisa dimanfaatkan untuk perayaan ekaristi setiap hari minggu.
Berdasarkan data tahun 2007 jumlah umat Paroki Katedral Denpasar 5155 orang dengan perincian, laki-laki 2745 orang dan perempuan 2410 orang.Saat ini Romo Kristianus Ratu,SVD dipercayakan sebagai Pastor Paroki dan Romo Guiod Fahik sebagai Pastor Pembantu.Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik Katedral Roh Kudus, Jl. Tukad Musi No 1 Renon Denpasar Telp: (0361) 241303 Fax: (0361) 261168.
Termasuk wilayah Paroki katedral adalah Gereja Ekumene Emanuel dengan pastor yang melayani Rm. Thomas Almasan,Pr. Alamat: Gereja Ekumene Emanuel Jl. Sudirman Denpasar Belakang RSAD Denpasar. Stasi Kepaon juga termasuk wilayah paroki Katedral Roh Kudus.

Paroki St. Fransiskus Xaverius Kuta
Buku permandian sejak tahun 1983. Tahun 1967 P.Heyne SVD merintis berdirinya Sektor St. Fransiskus Xaverius yang saat itu masih masuk wilayah Paroki St. Yoseph Denpasar.Tahun 1968 P.Blanken,SVD melayani umat Sektor Fransiskus Xaverius. Bersama tokoh-tokoh umat beliau merencanakan berdirinya sebuah gereja kecil yang sangat sederhana tahun 1974 dengan memanfaatkan bahan bangunan dari Sanur Beach. Lokasi gereja lama itu adalah di Rumah Retret Bethania sekarang ini. Bulan September 1974 gereja sederhana itu selesai dibangun dan langsung bisa dipakai.
Tahun 1975, P. Anibal Operandi,SVD merintis berdirinya Stasi St. Fransiskus Xaverius Kuta sekaligus ditunjuk sebagai Pastor Stasi pertama yang bertugas sampai tahun 1979. Pada tahun 1978 P.Anibal Operandi SVD merintis pembangunan Gereja bergaya arsitektur kapal yang sedang berlayar sebagai aplikasi terhadap karya misi Fransiskus Xaverius yang pernah menjelajahi dunia untuk mewartakan Firman Tuhan. Pembangunan Gereja dilanjutkan oleh P.Cor Smith SVD.Tanggal 15 Januari 1984 Gereja St. Fransiskus Xaveris Kuta diresmikan.
Stasi St. Fransiskus Xaverius Kuta ditingkatkan menjadi Quasi Paroki St. Fransiskus Xaverius Kuta melalui keputusan Uskup Denpasar No. 163/4/IV/E/Des/DD/1995. Tanggal 1 Januari 1996 Quasi Paroki St. Fransiskus Xaverius Kuta diresmikan.
Pastor Paroki St. Fransiskus Xaverius Rm. Hubertus Hadi Setyawan ,Pr dan umat membangun gereja baru yang diberkati oleh Mgr. Benyamin Yosef Bria,Pr pada tanggal 2 Mei 2007 oleh Mgr. Dr. Benyamin Yosef Bria,Pr.
Imam-imam yang pernah mengabdi atau melayani umat Paroki Kuta adalah P.de Boer, P. Paulus Boli Lamak,SVD , Rm. Fidelis Nurjaya,Pr, Rm. Piet Nyoman Giri,Pr, P.Cor Smith SVD,P.Leo Lewa,SVD, P.Guido Fahik,SVD, P. Alex Dato,SVD dan Rm. Marsel Gde Miarsa Pr ditunjuk sebagai gembala umat di Kuta.
Saat ini Paroki St. Fransiskus Xaverius dipimpin Romo Hubertus Hady Setiawan Pr dibantu oleh Romo Kristianus Min Isti Pr. Berdasarkan data statistik Keuskupan Denpasar tahun 2007 jumlah umat 4917 orang terdiri dari 2415 laki-laki dan 2502 perempuan. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Kuta Jl.Dewi Sartika 107 Kuta Telp: (0361) 751144,750043.

Paroki St. Maria Ratu Rozari Gianyar
Buku permandian sejak tahun 1978. Sejarah Gereja Katolik St. Maria Ratu Rosari Gianyar dimulai tahun 1958.
Sebelum bernama pelindung St. Maria Ratu Rosari, nama pelindung adalah St. Barbara yang merupakan santa pelindung dari segala senjata berat. St. Barbara dipilih sebagai nama pelindung karena kebanyakan umat Gianyar pada saat itu adalah anggota ARSU (Artileri Sasaran Udara).
Tahun 1978 Karya Pastoral diserahkan kepada imam-imam MEP. Pastor Mourice le Countour MEP mengontrak sebuah rumah agar dapat dipakai sebagai tempat ibadat, rumah pastoran dan TKK Swastiastu. Nama pelindung diganti menjadi St. Maria Ratu Rosari.
Data tahun 2007 menunjukkan jumlah umat di Paroki Gianyar tercatat 482 orang terdsiri dari 242 laki-laki dan 240 perempuan. Di Paroki St. Maria Gianyar hanya ada sebuah TKK yang diasuh oleh Yayasan Insan Mandiri. Karya pastoral lainnya yang telah dirasakan oleh masyarakat luas adalah kursus ukir, meubel, pertanian dan pembangunan. Khusus kursus Ukir lebih dikenal dengan nama Sasana Hasta Karya.
Imam-imam yang pernah mengabdi atau melayani umat Paroki Gianyar adalah P.Flaska,SVDP.Nobert Shadeg SVD, P.Heijne,SVD,P.Herman Embuiru,SVD, P. Mourice le Countour MEP dan Romo Tarsisius Natawijaya,Pr.
Saat ini Rm. J.Handriyanto Wijaya,Pr dipercayakan sebagai Pastor Paroki. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik St. Maria Ratu Rosari Jl. Mulawarman No 92 A Gianyar 80511 Telp: (0361) 943457.

Stasi St. Fransiskus Asisi Amlapura dan Stasi St. Sisilia Klungkung
Buku permandian sejak tahun 1984.Sebelum tahun 1984, sudah ada umat katolik yang bermukim di Amlapura Karangasem.Sejak 11 Juni 1984, karya pastoral di Stasi Bintang Kejora Amlapura dijalankan oleh Pastor Christian Grizaon MEP.
Kehadiran Pastor Christian,MEP sangat berjasa bagi stasi Amlapura. Ia membangun gereja dengan nama Gedung Serba Guna St. Fransiskus Asisi yang diberkati oleh Mgr. Vitalis Djebarus,SVD pada Sabtu 23 Maret 1996.
Sejak November 2005, karya pastoral di Stasi Amlapura diserahkan Uskup Denpasar kepada Ordinis Carmelitarum Discalceatorum (OCD) dengan menempatkan P.Agustinus Keluli,OCD di Amlapura. Dalam rencana jangka panjang OCD akan membangun satu komunitas (biara) di Keuskupan Denpasar.
Menurut data statistik keuskupan Denpasar tahun 2007 jumlah umat Stasi Amlapura 220 orang terdiri dari 105 laki-laki dan 115 perempuan. Pastor yang melayani adalah P.Agustinus Keluli,OCD. P.Agus juga melayani umat di Stasi St. Sisilia Klungkung dengan jumlah umat 143 orang. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik St. Fransiskus Asisi Jl. Untung Surapati No 8 Paya Amlapura Telp: (0363) 21255 dan Jl. Dewi Sartika Graha St. Sisilia Kulungkung Telp: (0366) 21596.

Paroki St. Paulus Kulibul
Berdasarkan data Keuskupan Denpasar, buku paroki St. Paulus Kulibul sejak tahun 1961. Menurut data statistik Keuskupan Denpasar tahun 2007 jumlah umat Paroki Kulibul adalah 685 orang terdiri dari 328 laki-laki dan 357 perempuan. Stasi Gembala Yang Baik Pegending termasuk wilayah Paroki St. Paulus Kulibul.
Saat ini Paroki Kulibul dipimpin oleh P.Pankratius Mariatma,SVD. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik St. Paulus Kulibul Jl. Danau Batur Tibubeneng Kuta Utara Telp: (0361) 437082.

Stasi Maria Bunda segala Bangsa Nusa Dua
Buku permandian sejak tahun 1992.Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa di Jl Bukit Kampial, Nusa Dua, Bali adalah stasi di bawah Gereja Katolik Fransiscus Xaverius, Kuta. Di bangun di atas tanah yang diberikan oleh BTDC ( Bali Tourist Development Corporation ).
Saat ini umat Katolik Stasi Bunda Segala Bangsa sedang membangun Gereja baru yang lebih representatif. Sampai tahun 2007 jumlah umat katolik di Nusa Dua dan sekitarnya mencapai 1459 terdiri dari 613 laki-laki dan 846 perempuan.Saat ini Rm.Eventius Dewantara,Pr, dipercayakan sebagai Pastor Stasi. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa Jl. Bukit Kampial Nusa Dua Telp: (0361) 774811.

Paroki St. Maria Immaculata Mataram
Menurut data dari Sekretariat Keuskupan Denpasar, buku permandian Paroki Mataram sejak tahun 1953. Data statistik Keuskupan Denpasar menunjukkan pada tahun 2007 jumlah umat Paroki Mataram 2084 orang terdiri dari 1183 laki-laki dan 901 perempuan.
Pada tanggal 17 Januari 2000 Gereja dan Pastoran terbakar. Usaha untuk membangun gedung gereja yang baru pun dimulai antara Pastor Paroki dengan umat. Usaha itu berhasil dan gereja baru pun dibangun. Pada Rabu 15 Oktober 2008 gereja baru itu diresmikan oleh Mgr.Vinsent Sensi Potokota,Pr Uskup Agung Ende.
Saat ini Paroki Mataram dipimpin oleh P.Rosarius Geli,SVD yang juga Deken NTB. Dengan demikian Paroki Mataram menjadi pusat Dekenat NTB. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik St. Maria Immaculata Mataram, Jl. Pejanggik No 37 Mataram 83114 Lombok NTB Telp ( 0370) 614707.

Paroki St. Antonius Ampenan
Buku permandian sejak tahun 1935. Sebelum menjadi paroki pada tahun 1935 P. Agustinus de Boer,SVD sudah berkarya di Ampenan dengan menjadikan kompleks sekolah Karang Ujung (sekarang RS Katolik St. Antonius) menjadi kapela. Tahun 1949 karyanya dilanjutkan oleh P. Gierlings,SVD. Pada tahun 1962 ia mendirikan gereja di komleks rumah sakit St. Antonius Karang Ujung yang diresmikan oleh Mgr.Paulus Sani Kleden,SVD tahun 1963. Tahun 1950 P. Gierlings mengembangkan rumah sakit dan poliklinik. Tahun 1965 mendirikan Sekolah Dasar Katolik St. Antonius. Tahun 1967 bersama Sr. Bertholdia SSpS mendirikan TKK St. Antonius dan mengembangkan sarana peribadatan yakni membangun gereja dan selesai tahun 1979. Gereja diresmikan pada tanggal 13 Juni 1980.
Berdasarkan laporan paroki ke Sekretariat Keuskupan tahun 2007 jumlah umat katolik Paroki Ampenan 1367 orang terdiri dari 689 laki-laki dan 678 perempuan. Pastor Kepala Paroki adalah Rm.Bartholomeus Bere,Pr dan pastor Pembantu Romo Yohanes Kadek Ariana,Pr. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik St. Antonius Jl. Majapahit No 10 Ampenan 83114 Lombok NTB Telp: (0370) 634397.

Paroki St. Yohanes Pemandi Praya
Buku permandian mulai tahun 1995. Berdasarkan SK Uskup Denpasar No 110/A/Feb/DD/1995 tanggal 3 Pebruari 1995 stasi Praya (lombok Tengah) dan Selong (Lombok Timur) ditingkatkan statusnya menjadi Paroki. Terhitung tanggal 10 Pebruari 1995 menjadi paroki dengan nama pelindung St. Yohanes Pemandi.
Tahun 1985 dibangun sebuah tempat tinggal yang difungsikan sebagai tempat ibadat. Rumah ini dibangun pada saat Pastor Mikael Mige Raya,SVD menjabat sebagai Pastor Paroki Mataram.
Mgr. Vitalis Djebarus SVD membangun pastoran dan gedung serba guna dan diberkatinya pada tanggal 21 September 1995. Tanggal 19 September 1998 gereja dibakar massa.
Berdasarkan data statistik Keuskupan denpasar tahun 2007, jumlah umat Paroki Praya tahun 2007 150 orang terdiri dari 83 laki-laki dan 67 perempuan. Saat ini umat dilayani oleh Romo Rosarius Geli,SVD.
Alamat yang dapat dihubungi: D/a. Gereja Katolik St. Maria Immaculatta Jl. Pejanggik No 37 Mataram Lombok Telp: (0370) 614707.

Paroki Sang Penebus Sumbawa Besar
Buku permandian mulai tahun 1937. Tahun 1928 dicatat sebagai tonggak sejarah hadirnya agama katolik di Sumbawa.Tahun 1930 Sumbawa dikunjungi oleh Mgr. A.Verstraelen,SVD.Tanggal 15 Pebruari 1933 datang lagi seorang pastor dari Flores yakni P.J.Desser,SVD yang berkarya mengajar agama dan mempermandikan umat. Tahun 1934 banyak penduduk yang bersimpatik dan telah dibaptis oleh P.Yohanes Van der Heijden,SVD yang berkarya di pulau Lombok.
Tanggal 24 November 1990 Mgr. Kherubim Pareira, Uskup Weetebula menyerahkan karya misi di pulau Sumbawa kepada Mgr. Vitalis Djebarus,SVD, disaksikan Uskup Agung Ende, Mgr. Donatus Djagom,SVD, Pastor Frans Pora Udjan SVD, Provinsial SVD Ruteng dan Pastor Siprianus Setyawan SVD, Provinsial SVD Jawa-Bali.
Menurut data stattistik Keuskupan Denpasar tahun 2007 jumlah umat paroki Sang Penebus Sumbawa Besar adalah 3168 orang terdiri dari laki-laki 1520 orang dan perempuan 1648 orang.Karya pastoral yang menonjol di Paroki Sang Penebus Sumbawa Besar adalah bidang kesehatan, dengan didirikan poliklinik Sinar Harapan yang bukan saja melayani umat katolik tetapi juga masyarakat luas yang beragama islam. Poliklinik ini dikelola oleh suster-suster YMY.
Karya pendidikan di paroki ini juga menonjol adalah pendidikan.Paroki Sang Penebus Sumbawa Besar memiliki 7 lingkunagn dalam kota Sumbawa Besar dan stasi-stasi yakni Stasi Empang, Stasi Utan, Stasi Taliwang yang kini menjadi Ibukota kabupaten Sumbawa Barat. Saat ini Romo Ignatius I Gde Adiamika Susila,Pr menjadi Pastor Paroki dibantu oleh Romo Martinus Emanuel Ano,Pr sebagai Pastor Pembantu.
Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik Sang Penebus Jl. Diponegoro No 34 Sumbawa Besar Telp: (0371) 21718.

Paroki St. Maria – St. Yoseph Dompu
Buku permandian sejak tahun 1973.Pembangunan gereja baru secara permanen di Paroki Dompu sudah dirintis sejak tahun 1981. Gereja sudah memiliki sebidang tanah di Jalan Beringin, kota Baru Dompu. Berbagai macam upaya dilakukan oleh Pastor dan umat untuk mendapatkan ijin mendirikan bangunan gereja permanen di tanah tersebut.
Ijin membangun gereja Dompu diperoleh menjelang peresmian penggunaan gereja yang sudah selesai dibangun. Gereja Dompu diresmikan tanggal 29 September 1995 dengan pengguntingan pita oleh Ketua DPRD Dompu atas nama Bupati Dompu dan diberkati oleh Mgr. Vitalis Djebarus,SVD. Dengan peresmian tersebut Gereja Dompu yang sebelumnya adalah stasi Paroki Bima ditingkatkan statusnya menjadi Quasi Paroki.
Karya Pastoral yang cukup menonjol di Paroki Dompu adalah pendidikan.Suster-suster YMY mulai berkarya di Paroki Dompu pada Pebruari 1996. Berdasarkan data tahun tahun 2007 jumlahumat Paroki Dompu tercatat 425 orang terdiri dari laki-laki 228 orang dan perempuan 197 orang. Saat ini Pastor Paroki adalah Romo Agustinus Sugiyarto,Pr.
Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik St. Maria – St. Yoseph Jl. Pinus No 3 Dompu 84212 Telp: (037) 21655.

Paroki St. Yusuf Raba Bima
Buku permandian mulai tahun 1983. Sebelum tahun 1895 diperkirakan sudah ada umat katolik di Bima. Tetapi kegiatan pastoral bagi mereka baru dimulai tahun 1895 oleh para pastor Yesuit yang datang dari Makasar.
Sejak tahun 1929 umat katolik di Bima mendapat kunjungan berkala dari para imam SVD yang berkarya di pulau Sumba.Tahun 1960 umat katolik Bima mendapat pastor tetap yakni H.Huper,CssR. Tahun 1973 Pastor Paroki Bima adalah Dominggus Rua Dapa,Pr, imam praja pertama Keuskupan Weetebula.Sejak tahun 1990 Paroki Bima bergabung dengan Keuskupan Denpasar.
Menurut data statistik Keuskupan Denpasar 2007 jumlah umat di Raba Bima 841 orang terdiri dari 443 orang laki-laki dan 398 orang perempuan. Saat ini Romo Frans Mansen,SVD menjadi Pastor Paroki. Alamat yang dapat dihubungi: Gereja Katolik St. Yoseph Jl.Pepaya Raba Bima NTB Telp: (0374) 43258.

Quasi Paroki St. Yohanes Maria Vianey Donggo
Buku permandian mulai tahun 2000. Sebelum tahun 2004, Donggo merupakan salah satu stasi dari wilayah Paroki St. Yusuf Raba-Bima. Namun sejak tahun 2004 Uskup Denpasar Mgr. Benyamin Y Bria,Pr menetapkan Donggo menjadi Quasi Paroki.
Sejak tahun 1960 umat katolik Donggo yang merupakan penduduk asli Bima mendapat kunjungan pastoral secara tetap dari Paroki Sumbawa Besar dan setelah P.Huper,CssR menjadi pastor paroki Raba-Bima ia juga secara tetap mengunjungi stasi Donggo.Umat Paroki Donggo bermukim di beberapa wilayah yakni di Donggo sendiri, Tolonggeru, Nggerukopa dan Mbawa. Di wilayah-wilayah ini umat katolik cukup berkembang.
Menurut data statistik Keuskupan Denpasar tahun 2007 jumlah umat katolik di paroki Donggo 1118 orang terdiri dari 510 laki-laki dan 608 perempuan. Saat ini Romo Paulus Seran Nahak Pr menjadi Pastor Paroki. Alamat yang dapat dihubungi: D/a. Gereja Katolik St. Yoseph Jl.Pepaya Raba Bima NTB Telp: (0374) 43258.