Saturday, February 7, 2015

ARAH DASAR KEUSKUPAN DENPASAR 2012-2016

 
1.      Pengantar
Allah berkehendak menguduskan dan menyelamatkan umat manusia dengan mengutus Yesus Kristus Putera-Nya ke dunia. Oleh karena itu, Kristuslah terang bagi para bangsa. Dalam Dia Gereja menjadi sakramen keselamatan, tanda dan sarana persatuan mesra antara manusia dengan Allah dan kesatuan seluruh umat manusia (bdk. LG, 1).
Semua orang dipanggil ke arah persatuan dengan Kristus menjadi persekutuan murid-murid Kristus, karena kita berasal dari Dia, kita hidup dari Dia, dan kita menuju kepada Dia (bdk. LG, 3). Orang-orang yang percaya kepada Kristus akan diselamatkan dengan menerima sakramen pembaptisan dan berkat sakramen itu dia menjadi serupa dengan Kristus dan dipersatukan dalam satu Roh menjadi satu Tubuh Mistik Kristus, menjadi umat Allah (bdk. 1. Kor 12:13,  KHK 1983,  kan 204).

Makna Sinode
Kehadiran Gereja Katolik Keuskupan di Wilayah Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan panggilan untuk mewartakan Kerajaan Allah dan terlibat dalam kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan dunia (bdk. GS 1). Dalam perjalanan panggilan menjadi murid-murid Kristus yang berhimpun di dalam persekutuan umat beriman Gereja Lokal Keuskupan Denpasar, kami para imam se-Keuskupan Denpasar, utusan dari Paroki, Dekenat, Komunitas Religius, Lembaga Pendidikan, Kesehatan dan Kelompok Kategorial yang berjumlah 162 orang  mengadakan Sinode III pada tanggal 21-25 November 2011 di Paroki St. Fransiskus Xaverius Kuta dengan memilih tema: “Memancarkan Wajah Kristus melalui Gereja yang inklusif dan transformatif”. Kata sinode (bahasa Yunani sun=bersama-sama, hodos=jalan) berarti berjalan bersama. Sebagai umat Allah di Keuskupan Denpasar kita ingin berjalan bersama dalam suasana persaudaraan dan persekutuan sebagai satu keluarga Allah. Dalam ziarah panggilan sebagai Gereja, dalam Sinode ini kita melakukan refleksi dan berdoa bersama, menanggapi Sabda Allah, menentukan kebijakan pastoral sebagai Arah Dasar Keuskupan Denpasar di masa mendatang. Sinode sebagai sebuah persidangan akbar telah berjalan dengan ocal dalam suasana kegembiraan.
Tujuan  Sinode ini adalah membantu Uskup Diosesan selaku pimpinan Gereja Lokal mengambil kebijakan pastoral yang tepat demi kesejahteraan seluruh umat Katolik di Keuskupan Denpasar. Maka dalam Sinode III Keuskupan Denpasar ini dirumuskan Arah Dasar Keuskupan Denpasar untuk lima tahun (2012-2016).


Arah Dasar Keuskupan Denpasar 2012-2016
Arah Dasar Keuskupan Denpasar merupakan panduan hidup menggereja yang disepakati, dilaksanakan dan diperjuangkan bersama oleh umat beriman Katolik sebagai Gereja Lokal Keuskupan Denpasar. Arah Dasar yang mencakup Visi, Misi dan Program Strategis menjadi panduan bagi gerakan bersama umat Katolik di Keuskupan Denpasar. Selain itu Arah Dasar Keuskupan Denpasar merupakan peneguhan jati diri sebagai Gereja  yang Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik.
Proses merenungkan Wajah Kristus dalam konteks kehidupan Gereja Lokal Keuskupan Denpasar dalam masyarakat mengantar kita menemukan model Dia yang terlibat: yang mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang  hamba dan menjadi ocal bagi kita (bdk. Fil. 2: 5 – 11, Luk. 10:25-37). Sinode III merumuskan Arah Dasar Keuskupan Denpasar: Menuju Gereja yang Terlibat dan Berdaya Ubah. Dengan demikian Gereja Lokal Keuskupan Denpasar sebagai persekutuan umat beriman Katolik mengambil model Dia yang terlibat dengan memberdayakan diri dalam karya pastoral (bdk. LG. 1; NA. 2) dan ocal kesaksian di tengah masyarakat (bdk. GS. 1; EN. 41). Maka kita mengupayakan gaya pastoral yang terlibat dan berdaya ubah.

2.      Visi Keuskupan Denpasar  2012-2016
Sinode III merumuskan Visi Keuskupan Denpasar 2012-2016 sebagai berikut: “Keuskupan Denpasar sebagai persekutuan umat beriman Kristen Katolik yang berkualitas, dialogis dan berdaya-ubah untuk memancarkan wajah Kristus di tengah dunia.


Persekutuan.
Sejak awal penciptaan dunia, Allah menyatakan cinta-Nya yang melimpah dalam sebuah kesatuan yang utuh-total kepada manusia. Allah membangun sebuah persekutuan cinta ilahi dengan memanggil manusia masuk ke dalam satu kesatuan cinta dengan Allah Tritunggal Mahakudus. Jawaban manusia memenuhi panggilan itu terwujud dalam penerimaan Sakramen Pembaptisan yang memiliki daya kesatuan. Berkat Sakramen Pembaptisan manusia diangkat menjadi Umat Allah. Persekutuan atau komunio itulah dasar kehidupan Gereja yang permanen. Semua manusia dipanggil dalam kesatuan dengan Allah dan manusia menjadi satu keluarga, komunitas umat beriman. Keuskupan Denpasar adalah suatu persekutuan umat beriman karena terdiri dari orang-orang yang telah dipersatukan dengan Kristus di dalam Sakramen Pembaptisan.

Umat Beriman.
Jawaban manusia atas panggilan Allah yang menghendaki semua bangsa manusia menjadi satu keluarga Allah merupakan pintu masuk ke dalam kesatuan ilahi. Tanda dan sarana keselamatan yang terwujud dalam penerimaan sakramen Gereja secara nyata diterimakan kepada  manusia. Siapa saja dipanggil dalam kesatuan ilahi itu dengan menerima Sakramen Pembaptisan. Berkat kuasa ilahi manusia diangkat menjadi umat Allah, umat beriman yang Satu, Kudus Katolik danApostolik.

Berkualitas.
Secara ocaltic bahasa Indonesia, berkualitas memiliki nilai yang dalam, penuh isi dan makna serta melekat dalam diri manusia. Berkualitas di dalam konteks ini adalah persekutuannya memiliki nilai, sarat dengan isi dan bermakna. Berkualitas tidak hanya dalam persekutuan (komunio) yang dikehendaki oleh Allah tetapi juga berkualitas dalam imannya. Iman yang penuh, utuh, berisi, mendalam dan bermakna misioner.

Dialogis.
Aspek dialogis ini adalah suatu sifat dari umat beriman Kristen Katolik Keuskupan Denpasar yang merupakan kawanan kecil dan berada di tengah pluralitas hidup beragama (Bali dan NTB). Dialogis berarti umat beriman Katolik memiliki sikap terbuka, mau bekerjasama dan berkomunikasi dalam upaya membangun keadilan dan perdamaian dunia.Berdayaubah, artinya suatu kemampuan dan kekuatan yang memiliki perubahan baik secara kualitas persekutuan dan imannya juga perubahan secara ocal bagi masyarakat sekitar. Persekutuan itu membawa kualitas imannya yang terbuka dan mampu berdialog, serta berdayaubah bagi dirinya dan sesamanya.

Memancarkan Wajah Kristus di tengah Dunia.
Panggilan dasar Gereja adalah mewartakan Kristus bagi ocal di tengah dunia. Gereja menjadi eksis jika ia memancarkan imannya kepada dunia, yaitu memancarkan wajah Kristus itu sendiri. Memancarkan berarti menyampaikan kabar gembira tentang Kristus. Itulah tugas  pokok Gereja, tugas umat beriman KristenKatolik di Keuskupan Denpasar dalam melaksanakan fungsi mengajar dan mewartakan wajah Kristus bagi manusia di dunia.

3.      Misi Keuskupan Denpasar 2012-2016:
1.      Menumbuh-kembangkan persekutuan hidup umat Katolik melalui KBG yang terbuka dan berdaya ubah.
2.      Memupuk iman Katolik yang berkualitas dan tahan uji melalui katekese umat yang kontekstual, sistematis, kreatif dan berkelanjutan dengan bersumber pada Kitab Suci, Tradisi dan Ajaran Resmi Gereja.
3.      Menumbuhkan sikap solider dan berbela-rasa dalam pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan lembaga ekonomi umat.
4.      Meningkatkan dan mengembangkan kualitas Lembaga Pendidikan Katolik sebagai media memancarkan wajah Kristus.
5.      Mengupayakan kesempatan anak yang kurang mampu secara ekonomi untuk mengenyam pendidikan terutama di Sekolah Katolik.
6.      Meningkatkan kemampuan kepemimpinan pastoral Gereja terutama  dalam Komunitas Basis Gerejawi.
7.      Menjalin dialog dengan umat beragama lain dan pemerintah agar tercipta kerukunan hidup umat beragama.
8.      Membangun keluarga Katolik sebagai Gereja kecil yang utuh, harmonis, sejahtera dan merasul.
9.      Mengadakan kaderisasi dan pendampingan Orang Muda Katolik di segala ranah ocal.
10.  Menghadirkan Gereja Katolik yang berdialog dengan budaya ocal dan berakar dalam Injil.
11.  Mengembangkan program pastoral yang strategis dan berbasis data.

No comments:

Post a Comment