Saturday, February 7, 2015

WAJAH KEUSKUPAN DENPASAR


 HASIL PENELITIAN


TEMUAN PENELITIAN BERDASARKAN METODE FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD)
Laporan berikut ini adalah rangkuman hasil penelitian yang diadakan sebagai persiapan Sinode III Keuskupan Denpasar (21-25 November 2011 di Gereja Paroki Fransiskus Xaverius Kuta). Penelitian dimaksudkan untuk membuat evaluasi dan memperoleh masukan dari umat perihal program kerja Keuskupan periode 2007-2011 dan tema Sinode III yakni “Memancarkan Wajah Kristus Dengan Membangun Gereja Yang Inklusif dan Transformatif.
Bapak Uskup DR. Silvester San, Pr mengharapkanagar dalam Sinode III ini Panitia Sinode sungguh-sungguh menempatkan umat sebagai narasumber utama. Sesuai dengan arahan Bapa Uskup tersebut, Panitia Pengarah Sinode III memutuskan membuat penelitian menggunakan tiga metode: Diskusi Kelompok Fokus (Focus Group Discussion), Wawancara (Interview) dan Riset Dokumenter (Documentary Research). 
Diskusi Kelompok Fokus dilakukan pada level KBG dan Paroki dipandu oleh para fasilitator yang telah mendapat pelatihan singkat pada hari Senin, 27 Juni 2011 untuk Dekenat Bali Barat dan Bali Timur dan pada hari Rabu, 29 Juni 2011 untuk Dekenat Nusa Tenggara Barat. Hasil Diskusi Kelompok Fokus dilaporkan dalam sebuah laporan tertulis oleh masing-masing paroki. Hasil Diskusi Kelompok Fokus tersebut telah dipresentasikan oleh Tim Penelitian Sinode III sebagai bahan masukan pada Pra Sinode Dekenat: (1) Dekenat NTB 6-8 September 2011, (2) Dekenat Bali Timur 15-17 September 2011, (3) Dekenat Bali Barat 23-25 september 2011.
Wawancara dilakukan untuk memperoleh masukan dari para imam, tokoh-tokoh umat Katolik dan juga dari tokoh-tokoh masyarakat yang beriman lain. Riset Dokumenter dilakukan untuk membuat evaluasi atas program kerja Keuskupan Denpasar periode 2007-2011 berdasarkan dokumen-dokumen yang tersedia. 
Harus diakui penelitian ini  dilaksanakan dengan berbagai keterbatasan, terutama sumber daya manusia dan singkatnya alokasi waktu. Meski demikian, setiap orang yang terlibat telah mencoba memberi yang terbaik yang mampu mereka sumbangkan. Semoga laporan singkat ini bermanfaat sebagai cermin untuk membantu kita mengevaluasi perjalanan keuskupan kita selama satu periode yang lalu dan menjadi pijakan untuk membuat visi, misi dan program kerja untuk periode berikutnya.

1.1.Sekilas Tentang Keuskupan Denpasar  
Tahun 1935 menjadi tonggak sejarah kehadiran Gereja Katolik di Bali dan Lombok. Menengok catatan sejarah, kita memahami betapa sulitnya situasi misi pada masa itu, mengingat kebijakan pemerintah Hindia Belanda yang melarang karya misi di Bali. Dengan alasan cura animarum (pemeliharaan jiwa-jiwa), Pater Johanes Kersten, SVD diijinkan memberi pelayanan untuk orang-orang Cina dan Belanda.
Pada tahun 1936, dua orang Bali yang beragama Kristen Protestan menjadi Katolik, yakni I Made Bronong dan I Wayan Diblug. Mereka berdua membuka jalan untuk misi di Bali dengan segala tantangan dan kesulitan yang ada pada waktu itu.
Dalam perjalanan selanjutnya, Gereja semakin berkembang dengan didirikannya lembaga-lembaga pendidikan, kesehatan dan lembaga karitatif lain yang mendukung karya-karya Gereja. Pada umumnya kehadiran Gereja diterima baik, terutama karena sikap inklusif dan tranformatif yang diupayakan melalui pelayanan pendidikan dan kesehatan.
Tahun 1953 juga menjadi momen penting bagi kita karena pada tahun ini seminari didirikan. Seminari kita telah terbukti menjadi tempat pembinaan orang-orang muda yang kemudian tampil sebagai tokoh-tokoh andal dan kompeten dalam mengembangkan Gereja Lokal.
Pada tahun 1961 tercatat lahirnya keuskupan kita dengan segala keterbatasannya pada waktu itu.
Tahun 1991 dikenang sebagai momen penting bagi Keuskupan Denpasar dengan menerima Sumbawa sebagai bagian dari wilayah pelayanan pastoral dengan segala tantangannya. Dengan demikian, Keuskupan Denpasar bertanggung jawab mengembangkan umat Katolik di Sumbawa secara integral, termasuk pengembangan ekonomi mereka yang masih tergolong sederhana.
Pada tahun 2000, Keuskupan Denpasar dengan lebih matang memikirkan visi dan langkah-langkah konkrit pelayanan Gereja, baik ke dalam maupun keluar, dalam masyarakat yang ditandai oleh pluralitas dan globalisasi.  Kesadaran akan karakter inklusif  Gereja dimekarkan. Perjuangannya untuk senantiasa memperbaharui diri disegarkan kembali. Visi untuk merajut dialog kehidupan di tengah masyarakat di mana Gereja hidu, digemakan. Mengikuti hasil Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2000, Keuskupan Denpasar berkomitmen membangun Komunitas Basis Gerejawi sebagai kendaraan menuju Gereja Umat yang inklusif di milenium baru.

Arah Karya Pastoral Keuskupan Denpasar  2001-2005 :
“Menuju Gereja Umat dengan gaya pastoral membangun Komunitas Basis Gerejawi yang inklusif dalam milennium baru.”

Visi   Keuskupan Denpasar 2001-2005:
“Keuskupan Denpasar adalah persekutuan umat beriman yang inklusif demi pembangunan Kerajaan Allah.

Misi  Keuskupan Denpasar:
1.      Membangun persekutuan umat beriman kristiani yang inklusif dan dinamis dalam keluarga, Komunitas Basis Gerejawi dalam kehidupan paroki di Keuskupan Denpasar.
2.      Membentuk insan kristiani berkualitas dengan memberantas ketidaktahuan, kemelaratan, ketidaksehatan, ketidakberigamaan dan ketidakadilan.
3.      Memperteguh iman kristiani umat yang bersumber  pada Kitab Suci, Tradisi Gereja  dan Ajaran  Gereja sambil memperhatikan budaya setempat.
4.      Melibatkan diri dalam pelayanan keluarga, kaum muda dan masyarakat luar serta pembangunan jemaat yang memasyarakat.
5.      Membangun kerjasama dan menggalang dialog kehidupan dan dialog karya dengan semua orang, golongan dan Pemerintah.
6.      Mewujudkan Kerajaan Allah dengan menghayati dan mengamalkan nilai-nilai dasar kristiani: cinta kasih, kejujuran, kesatuan, kerukunan, keadilan, persaudaraan, kerendahan hati, dapat dipercaya dan saling percaya dan mencintai lingkungan.
7.      Menghargai kesetaraan  kedudukan pria dan wanita  yang didasari oleh nilai-nilai kristiani. 

Untuk mewujudkan  Visi dan Misi tersebut ada 6  (enam) strategi pastoral yang dijalankanyakni:
1.      Pendalaman dan peningkatan mutu iman
2.      Pendidikan
3.      Penghayatan iman dan kesaksian
4.      Pemberdayaan keluarga dan peningkatan kesejahteraan
5.      Pemberdayaan perempuan dan pendampingan generasi muda
6.      Pemberdayaan kelembagaan, struktur dan hirarki.

Dari 6 (enam) strategi pastoral tersebut kemudian ditetapkan sebagai tema pastoral  untuk lima tahun :
1.      Tahun 2001           : Pembenahan dan pemberdayaan struktur
2.      Tahun 2002           : Peningkatan kesejahteraan umat.
(jasmani rohani) melalui pemberdayaan.
sosial ekonomi dan pendalaman iman.
3.      Tahun 2003           : Pemberdayaan keluarga, perempuan
  dan generasi muda.
4.      Tahun 2004           : Peningkatan pelayanan pendidikan.
5.      Tahun 2005           : Peningkatan penghayatan iman
  dan kesaksian hidup.

Selanjutnya dalam periode 2007-2011, Keuskupan Denpasar menetapkan Arah Karya Pastoralnya: “Menuju Gereja yang Transformatif. Kata “transformasi” menjadi kata kunci dan pemberdayaan Komunitas Basis Gerejawi terus digemakan.

Arah Dasar Karya Pastoral 2007 – 2011:
“Menuju Gereja yang Transformatif.”

Visi Keuskupan Denpasar 2007 – 2011
“Keuskupan Denpasar sebagai persekutuan umat beriman kristiani berjuang mewujudkan Kerajaan Allah melalui Komunitas Basis Gerejawi yang transformatif”.

Misi Keuskupan Denpasar 2007 – 2011
1.      Membangun persekutuan umat beriman kristiani melalui Komunitas Basis Gerejawi yang transformatif.
2.      Membentuk insani kristiani yang tangguh melalui pendidikan nilai kristiani antara lain: kasih, solidaritas, kebersamaan, kerendahan hati, kejujuran, keterbukaan, kesetaraan, keadilan, kebenaran, damai dan sukacita.
3.      Memperteguh iman kristiani umat yang bersumber pada Kitab Suci, tradisi, ajaran gereja (magisterium) yang mengakar pada kebudayaan setempat.
4.      Mendampingi keluarga kristiani, anak-anak, perempuan, orang muda, dan lansia melalui katekese yang berkelanjutan.
5.      Membangun kerukunan hidup bermasyarakat dengan Pemerintah dan umat beragama lain melalui dialog kehidupan dan dialog karya.
6.      Memprioritaskan paroki yang belum mandiri dari segi ekonomi, orang miskin, penyandang cacat, perantau melalui gerakan solidaritas dan pemberdayaan ekonomi.
7.      Memperjuangkan kesetaraan dan keadilan gender yang didasari oleh nilai-nilai kristiani.
8.      Membina kepemimpinan pastoral secara berkelanjutan melalui program yang terencana dan terpadu.
9.      Mengembangkan perencanaan strategis pastoral di tingkat keuskupan, dekenat dan paroki.  


Tema-Tema Pastoral Tahunan (2007 – 2011):
2007 : KBG dan Kepemimpinan Pastoral
2008 : KBG dan Pendidikan Kaum Muda
           (Pendidikan Formal dan Non-formal)
2009 : KBG dan Dialog Transformatif
2010 : KBG dan Pengembangan Sosial Ekonomi dan Kesehatan
2011 : KBG dan Pendidikan Nilai dalam Keluarga,
           Sekolah dan Kesetaraan Gender

Sinode III Keuskupan Denpasar  (21-25 NOVEMBER 2010)
Sinode III Keuskupan Denpasar digagas dengan tetap menjaga kontinuitas kata-kata kunci, tema, visi dan misi yang telah dicanangkan dalam periode-periode sebelumnya.
Karena itu, tema Sinode III dirumuskan sebagai berikut: “Memancarkan Wajah Kristus Melalui Gereja yang Inklusif dan Transformatif.” 

Personalia Keuskupan Denpasar
Uskup Denpasar                      : Mgr. Dr. Silvester San, Pr.
Vikaris Jenderal                                   : Rm. Yosef Casius Wora, SVD.
Sekretaris                                 : Rm. Y.B. Komang Suryana, Pr.
Ekonom                                   : Rm. Hubertus Hadi Setyawan, Pr
Direktur Pusat Pastoral             : Rm. Herman Yoseph Babey, Pr.
Ketua Tribunal                         : Rm. Dr. Dominikus I Gusti Bagus
  Kusumawanta, Pr.
Deken Dekenat Bali Barat       : Rm. Marcel Gede Myarsa, Pr.
Deken Dekenat Bali Timur      : Rm. Kristianus Ratu, SVD.
Deken Dekenat NTB               : Rm. Ignasius Gd Adiamika Susila, Pr.
Rektor Seminari Menengah
Roh Kudus Tuka                     : Rm. Benedictus Deni Mary, Pr.


1.2.Jumlah Umat di Paroki-Paroki Per Dekenat

Dekenat Bali Barat
NO
PAROKI
BERDIRI TAHUN
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
TOTAL UMAT
1
Tabanan
1969
718
624
1.342
2
Gumbrih
1939
297
299
596
3
Negara
2001
359
302
661
4
Palasari
1940
557
520
1.077
5
Singaraja
1935
634
698
1.332

TOTAL

2.565
2.443
5.008

Dekenat Bali Timur
NO
PAROKI
BERDIRI TAHUN
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
TOTAL UMAT
1
Katedral
1998
3.132
2.981
6.113
2
Kepundung
1939
1.371
1.393
2.764
3
St.Petrus Dps
1995
1.047
1.095
2.142
4
Kuta
1983
2.603
2.737
5.340
5
Nusa Dua
1992
1.004
1.080
2.084
6
Gianyar
1878
270
291
561
7
Tuka
1937
938
915
1.853
8
Kulibul
1961
363
395
758
9
Babakan
1967
276
298
574
10
Tangeb
1940
474
548
1.022
11
Klungkung
1985
110
79
189
12
Amlapura
1984
141
153
294

TOTAL

11.729
11.965
23.694

Dekenat Nusa Tenggara Barat
NO
PAROKI
BERDIRI TAHUN
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
TOTAL UMAT
1
AMPENAN
1935
713
739
1.452
2
MATARAM
1953
1.258
1.013
2.271
3
PRAYA
1995
67
123
190
4
DOMPU
1995
262
221
483
5
BIMA
1973
487
472
959
6
SUMBAWA BESAR
1937
1.864
1.804
3.668
7
DONGGO
2000
544
628
1.172

TOTAL

5.195
5.000
10.195

1.3.Tenaga Imam Di Paroki-Paroki Per Dekenat

Dekenat Bali Barat
NO
PAROKI
PRAJA
TAREKAT RELIGIUS
1
Tabanan
Rm. Herman Yoseph Babey, Pr
Rm. Patrisius Woda Fodhi Trisno, Pr

2
Gumbrih
Rm. Flavianus Endi, Pr

3
Negara
Rm. Marcel Gde Myarsa, Pr

4
Palasari
Rm. Bartholomeus Bere, Pr
Rm. Adianto Harun, Pr

5
Singaraja
Rm. Y. Handriyanto Wijaya, Pr


TOTAL
7 Imam Praja
0 Imam dari Tarekat Religius

Dekenat Bali Timur
NO
PAROKI
PRAJA
TAREKAT RELIGIUS
1
Katedral
Rm. Thomas Almasan, Pr
P. Kristianus Ratu, SVD
P. Guido Fahik, SVD
2
Kepundung

P. Servatius Subhaga, SVD
3
St. Petrus Dps

P. Rosarius Geli, SVD
4
Kuta
Rm. Hubert Hadi Setiawan, Pr
Rm. Sebastian Yordan Ado, Pr

5
Nusa Dua
Rm. Evensius D. Boli Daton, Pr

6
Gianyar
Rm. Agustinus Sugiarto, Pr

7
Tuka

P. Paulus Payong, SVD
P. Martinus Fatin, SVD
8
Kulibul
Rm. Yohanes Martanto, Pr
Rm. Agustinus Maxi Soge, Pr

9
Babakan
Rm. Lucius Nyoman Purnawan, Pr

10
Tangeb

P. Ludovikus Pake, SVD
11
Klungkung

P. Agustinus Keluli, OCD
12
Amlapura

P. Agustinus Keluli, OCD

TOTAL
8 Imam Praja
8 Imam dari Tarekat Religius

Dekenat Nusa Tenggara Barat
NO
PAROKI
PRAJA
TAREKAT RELIGIUS
1
AMPENAN

P. Yoseph Waryadi, SVD
P. Frans. Sidok U., SVD
2
MATARAM
Rm. Laurensius Maryono, Pr
Rm. Yohanes Kadek Ariana, Pr

3
PRAYA
Rm. Laurensius Maryono, Pr
Rm. Yohanes Kadek Ariana, Pr

4
DOMPU
Rm. Martinus Emanuel Ano, Pr

5
BIMA

P. Gabriel Mite, SVD
6
SUMBAWA BESAR
Rm. Ignasius I Gede Adiamika, Pr
Rm. Klemens Bere, Pr

7
DONGGO
Rm. Paulus Seran Nahak, Pr


TOTAL
6 Imam Praja
3 Imam dari Tarekat Religius

1.4.            Kehadiran Lembaga-Lembaga Gereja
      Di Keuskupan Denpasar

Dekenat Bali Barat
a.      Paroki: Dekenat Bali Barat 5 Paroki
b.      Biara-Biara
1.      Tabanan: Susteran PRR.
2.      Negara: Susteran OSF.
3.      Palasari: Susteran OSF.
4.      Singaraja: Susteran SSpS.

c.       Lembaga-Lembaga Pendidikan
1.      Tabanan: TKK St. Maria Immaculata, SDK St. Maria Immaculata.
2.      Gumbrih: TKK Insan Mandiri.
3.      Negara: TKK Maria Fatima, SDK Marsudi Rini, SMK Marsudi Rini, SMK Marga Ginawe.
4.      Palasari: TKK Swastisari, SDK Budi Rahayu, SMPK Wana Muri.
5.      Singaraja: TKK St. Maria, SDK Karya Singaraja, SMPK St. Paulus, SMAK St. Paulus.

d.      Lembaga-Lembaga Kesehatan
1.      Gumbrih: Poliklinik Dirgahayu.
2.      Negara: Rumah Sakit Bersalin Kertayasa.
3.      Palasari: Klinik Punia Giri.
4.      Singaraja: Klinik Panti Sila.

e.       Panti Asuhan
Palasari: Panti Asuhan Maria Goreti.

Dekenat Bali Timur
a.      Paroki: Dekenat Bali Timur 9Paroki dan 3 Stasi (Nusa Dua, Klungkung, Amlapura).
b.      Biara-Biara dan Kongregasi Per Paroki
1.      Katedral: Susteran OSF Sanglah, Susteran JMJ, Brigit’s Sister.
2.      Kepundung: Susteran CB.
3.      Kuta: Susteran RVM, Susteran MBC, Susteran Katekis, Susteran SMI.
4.      Nusa Dua: Susteran FSSC Siligita, Susteran SCMM Jimbaran.
5.      Babakan: Susteran AK Padang Tawang.
6.      Tuka: Susteran OSF Tuka, Susteran CIJ Tegal Jaya.
7.      Tangeb: Susteran CB Tangeb, Susteran RVM Abianbase.
8.      Amlapura: Susteran SPM Amlapura.
9.      Gianyar: Susteran FDCC  Gianyar.

c.       Lembaga-Lembaga Pendidikan
1.      Katedral: TKK St. Yosep dan TKK Kuncup mekar, SDK St. Yosep 1 dan SDK St. Yosep 2, SLTP St. Yosep dan SLTA St. Yosep.
2.      Kuta: TKK, SDK, SMPK, SMAK Soverdi Tuban.
3.      Tangeb: SMAK Thomas Aquino Tangeb.
4.      Babakan: SMPK Thomas Aquino Padang Tawang.
5.      Tuka: TKK Thomas Aquino dan TKK tegal Jaya, SDK Thomas Aquino dan SDK Tegal Jaya, SMPK Tegal Jaya, Sanggar Bakti Budaya, Seminari Tuka.
6.      Gianyar: TKK .
7.      Amlapura: TKK Bintang Kejora, SDK Insan Mandiri.
8.      Klungkung: TKK Klungkung.

d.      Lembaga-Lembaga Kesehatan
1.      Kepundung: Poliklinik/BKIA/BP Panti Rahayu.
2.      Kuta: Klinik FX Kuta.
3.      Tuka: BKIA/BP/RB Astiti Tuka, Poliklinik Tegal Jaya.
4.      Tangeb:  BP/BKIA/RB/POL. Gigi Panti Swasti Tangeb, BP/BKIA/RB Panti Mulya Cemagi.

e.       Panti Asuhan
Tuka: Panti Asuhan Maria Goreti.

f.        Rumah Retret dan Wisma Per Paroki
1.      Kuta: Rumah Retret Betania.
2.      Tuka:  Rumah Khalwat Tegal Jaya.
3.      Kepundung: Wisma Soverdi.

Dekenat Nusa Tenggara Barat
a.      Paroki: 6 Paroki; 1 kuasi Paroki (Donggo).
b.      Biara:(1) SSpS Ampenan; (2) SFD Ampenan; (3) AK Mataram; (4) JMJ Sumbawa Besar; (5) JMJ Dompu; SSpS Bima.
c.       Pendidikan: (1) TKK-SDK-SMPK St. Antonius Ampenan; (2) TKK St. Don Bosko Cakranegara, Mataram; (3) SDK St. Antonius Cakranegara, Mataram; (4) SMPK – SMAK Kesuma Mataram; (5) TKK Sari Asih Sumbawa Besar; (6) SDK-SMPK Diponegoro Sumbawa Besar; (7) SMAK St. Gregorius Sumbawa Besar; (8) TKK Slamet Riyadi Dompu.
d.      Kesehatan: (1) Rumah Sakit St. Antonius Ampenan; (2) Klinik/BP Sinar Harapan Sumbawa Besar– Yayasan Ratna Miriam.
e.       Panti Asuhan: (1) Panti Asuhan Tritunggal Sumbawa Besar.
f.        Rumah Retret: (1) St. Arnoldus Yansen dan Yoseph Freinademetz (ARYO) Ampenan.

Pertanyaan Reflektif
1.      Sejauhmana kehadiran lembaga-lembaga pendidikan, kesehatan dan panti asuhan Katolik dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Bali Timur?
2.      Apakah lembaga-lembaga tersebut hadir sebagai “garam” yang memancarkan wajah Kristus yang terbuka dan berdaya ubah di tengah masyarakat?

1.5.Wajah Gereja Katolik Keuskupan Denpasar Di Tengah Masyarakat

1.      Kawanan Kecil di Tengah Mayoritas Umat Beragama Lain
1.      Menurut data terakhir dari Pusat Pastoral Keuskupan Denpasar (2010), umat Katolik di Keuskupan Denpasar berjumlah 38.897 orang (Perempuan: 19.408; Laki-laki: 19.489). Dari jumlah tersebut, umat Katolik di Bali berjumlah 28.702 orang; di Nusa Tenggara Barat berjumlah 10.195 orang.
2.      Data Sensus Penduduk 2010 menunjukkan bahwa total penduduk Bali dan NTB berjumlah 8.388.283 orang (Penduduk NTB = 4.496.855 orang;  Penduduk Bali = 3.891.428).
3.      Jumlah umat Katolik di Keuskupan Denpasar hanya sebesar 0,46 % dari total jumlah Penduduk Bali dan NTB.
4.      Dengan demikian, umat Katolik di Keuskupan Denpasar adalah kawanan kecil (Bdk. Luk 12:32) di tengah umat beriman lain: di tengah mayoritas Hindu di Bali dan mayoritas Islam di NTB.
5.      Sebagai kawanan kecil, Gereja Katolik harus menjadi komunitas yang berkualitas dan bersatu jika betul-betul ingin menjadi garam dan terang di tengah mayoritas umat beriman lain.

2.      Persentasi Jumlah Umat Katolik Terhadap Total Pupulasi di Tiga Dekenat

DEKENAT
BALI BARAT
BALI TIMUR
NTB
Wilayah
Kab.Tabanan, Jembrana Buleleng
Kab. Badung,Gianyar, Klungkung,Bangli, Karangasem, Denpasar
Pulau Lombok dan Sumbawa
Warga Katolik
5.008
23.694
10.195
Total Penduduk
1.306.067
2.585.361
4.496.855
Persentase Katolik
0,38%
0,92%
0,23%

Sumber:          
1.       Jumlah Umat Katolik dari data terakhir (2010) PUSPAS Keuskupan Denpasar
2.       Biro Pusat Statistik : “Hasil Sensus Penduduk 2010: Data Agregat per Kabupaten/Kota – Provinsi  Bali.”
3.       Biro Pusat Statistik : “Hasil Sensus Penduduk 2010: Data Agregat per Kabupaten/Kota – Provinsi  NTB.”
4.       Biro Pusat Statistik:  “Hasil Sensus Penduduk 2010: Data Agregat per Provinsi.” Bisa diakses di alamat:

No comments:

Post a Comment